Sunday, 8 January 2017

[Sinopsis] Goblin: The Lonely and Great God Episode 12 - Part 1


Episode 11 kemarin sangat tegang di bagian ending dan juga mengenai Sunny yang adalah adik Kim Shin. Maka di episode 12 ini kita kembali dibawa untuk membongkar banyak hal yang terjadi di Goryeo. Ingatan Wang Yeo belum kembali tapi ia sudah bisa merasakannya, ia sudah mengerti apa hubungannya dengan ingatan Sunny. sementara Park Joong Won mulai menlancarkan balas dendamnya pada Kim Shin yang membunuhnya 1000 tahun yang lalu.


Sinopsis Goblin: The Lonely and Great God Episode 12 - Part 1

Arwah Kasim Park muncul di hadapan Eun Tak saat ia bersih-bersih sebelum membuka restoran. Aura arwah itu sangat berbeda dengan arwah-arwah yang ditemui Eun Tak selama 20 tahun hidupnya.
Eun Tak berusaha bersikap tenang menghadapi arwah itu meskipun ia ketakutan. Arwah kasim Park ingin berjabat tangan dengan pengantin goblin, tapi Eun Tak berusaha mengalihkan pembicaraan.
Ia mengatakan karena mereka akan membuka toko jadi para arwah diharapkan untuk pergi dan jangan menganggu bisnis orang lain.
Hantu-hantu yang ada disana merasa kesal karena di usir.
Arwah kasim Park tersenyum mengerikan pada Eun Tak dan menghilang dari sana. Eun Tak yang takut berusaha tenang dan bekerja lagi seperti biasa.

Di rumah, Eun Tak merenung mengenai arwah yang ia temui tadi. Ia sudah 20 tahun bisa melihat makhluk gaib dan ia belum pernah melihat sesuatu seperti itu.
Ia terbayang lagi wajah menyeramkan kasim Park dan Eun Tak segera menutup matanya, meminta dirinya sendiri untuk melupakan hal itu.
Ia mengatakan ia tak punya waktu memikirkan hantu karena ia sangat sibuk dengan hari-harinya sebagai mahasiswa baru.
Ia mengecek jadwal kuliahnya dan menyesuaikan dengan jadwal kerja sambilannya. Tapi ia tidak konsentrasi dan membuka buku milik Shin lagi, yang ia kira adalah surat cinta.
Eun Tak kesal, Surat cinta? Kau ini menyebalkan sekali. Aku terlalu sibuk mencoba untuk bertahan hidup, dan kau malah menulis surat cinta?

Sunny ada di rumahnya, ia sedang minum-minum dan memikirkan Wang Yeo. Ia teringat Wang Yeo yang akhirnya mengatakan identitas pada Sunny bahwa ia malaikat maut.
Sunny mulai minum soju dengan mengatakan 'aku merindukannya' 'aku tidak merindukannya' disetiap gelas yang ia minum dan berakhir dengan 'aku merindukannya'.
Ia mengatakan sebotol soju selalu pas 7 gelas kecil dan ia tetap memulainya dengan 'aku merindukannya' padahal ia tahu itu.
Ia mengulanginya lagi dengan menggunakan gula yang ada disana.
Sunny tampak sangat sedih dan kecewa tapi ia sangat merindukan Wang Yeo.

Wang Yeo menemani salah satu malaikat maut temannya (teman Park Do Kyung AHHAHAAHHAH) membeli sepatu, tapi ia tidak bersemangat dan bertanya pada temannya apakah dia pernah dipukul dengan menggunakan bunga persik?
Temannya mengatakan kalau ia pernah dipukul menggunakan bunga persik, seorang dukun melakukannya. Temannya mencoba sepatu barunya dan Wang Yeo mengatakan sepatu yang sebelumnya jauh lebih bagus.
Wang Yeo masih mellow dan bertanya, Apa kau pernah ingin ingatanmu dikembalikan?
Temannya menjawab, Tidak. Ingatan yang mana yang mau kau kembalikan? Kalau kau tidak ingat kenangannya, itu sama saja tidak pernah kau miliki. Kau kan tidak pernah mengingat itu, jadi apa masalahnya?
Wang Yeo teringat pertemuan pertamanya dengan Sunny saat membeli cincin itu, dan ia berkata, Aku merindukan ingatan itu.

Temannya memintanya jangan meminta ingatan dikembalikan. Mereka semuanya adalah pendosa. Kita tidak tahu perasaan macam apa yang akan dibawa oleh ingatan itu.
Wang Yeo teringat bagaimana ia melihat masa lalu Sunny, seorang ratu yang dipanah tepat didadanya dan ia berkata, Aku tahu hal itu. Setiap aku merasakan kerinduan ini, aku tidak tahu ke mana perasaan ini akan membawaku, dan itu membuatku merasa ketakutan. Tapi aku tetap saja merindukannya.
Temannya menghela nafas, ia tidak menjawab lagi. Wang Yeo terdiam.

Wang Yeo di rumah masih galau. Ia mendinginkan botol minuman ke-7 nya sementara Shin memanaskan telur ayam untuk cemilan minum mereka. Shin berkomentar kalau sepertinya Wang Yeo minum banyak malam ini.
Wang Yeo dengan lemas berkata kalau Sunny sudah tahu dia adalah malaikat maut dan Shin terkejut sembari mengejek, bagus sekali kau ini (itu aja ga bisa kau rahasiakan).
Wang Yeo bertanya-tanya, Dari mana dia mendapatkan tangkai bunga persik di tengah musim dingin begini?
Shin terkejut, ia teringat malam itu ia sangat bahagia bersama Eun Tak sampai membuat bunga mekar. Seolah-olah ia tidak tahu apa-apa ia berkata, Dari mana ya? HAHAHHAHHAHAAHA

Wang Yeo tidak tahu apa yang harus ia lakukan sekarang, ia merasa Sunny pasti sangat kebingungan dengan kenyataan itu.
Shin malah menganggap itu enteng, Apa yang kau cemaskan? Karena kau sudah ketahuan, seharusnya kau pegang saja tangannya. Dan lihat apa di masa lalunya ada aku atau tidak.
Wang Yeo kesal, Sudah kubilang aku ketahuan.
Shin lagi-lagi hanya memikirkan kepentingannya, Ya kan sudah ketahuan, pegang saja tangannya dan lihat ada aku atau tidak. LOL.
Wang Yeo makin kesal, Kau mungkin tidak tahu. Apa kau tahu bagaimana sulitnya melihat hidup seseorang di masa lalu? Rasanya seperti ada seseorang yang menusukkannya ke dalam dirimu. Saat  wanita yang ada dalam lukisan muncul ke dunia nyata, dia terlihat sangat cantik. Dan kecantikannya benar-benar membuatku gila.
Tiba-tiba Wang Yeo berhenti dan melirik Shin dan terdiam. Shin menatapnya tajam memperingatkan, dia itu adalah adikku.

Wang Yeo tidak bisa melawan lagi mengenai hal ini wkwkwkwkkwkkw.
Ia kemudian mengatakan ia juga melihat wajah seorang pria muda yang kelihatan bodoh. wajah di raja muda itu.
Shin kesal, Adikku yang bodoh itu pasti selalu memikirkannya. Dia sama sekali tidak peduli soal kakaknya.
Keduanya merasa kesal dan meminum minuman mereka bersama-sama.

Eun Tak keluar dari kamar membawa buku Shin, ia akan pergi ke kamar Wang Yeo. Wang YEo menyadarinya dan mengatakan kalau ia ada di ruang makan.
Melihat ada Shin disana, Eun Tak akan kabur, tapi Shin dengan kekuatannya merebut buku itu dari Eun Tak. Shin mengira Eun Tak menulis sesuatu tentangnya. Eun Tak panik dan berlari ke arah Shin melarangnya membuka buku itu. Semakin dilarang, Shin semakin penasaran dan sadar itu miliknya. Shin bertanya, Apa ini? Apa kau mencuri sesuatu lagi tanpa sepengetahuanku?
Eun Tak mulai kesal, Jangan pura-pura tidak tahu deh. Itu kan surat cinta. Surat cinta yang kau tulis.
Wang Yeo tertarik, Dia menulis surat cinta?
Eun Tak membenarkan, Dia menulis itu untuk cinta pertamanya. Aku ingin tahu bagaimana kisah cintanya berakhir, dan seberapa istimewanya itu. Aku ingin minta bantuanmu tadinya untuk menerjemahkannya.
Wang Yeo mengerti dan mengecek tulisan itu.

Shin jadi bingung dan mengatakan kalau ini bukan surat cinta.
Eun Tak mengira Shin berbohong dan mengatakan, Terserahlah. Pokoknya itu ditulis dengan sepenuh hati. 'Suatu hari setelah 100 tahun, Saat cuaca cukup bagus.' sesuatu seperti itu.
Shin makin bingung karena itu memang tidak tertulis disana. Eun Tak mengatakan kalau Deok HWa oppa yang membacakannya untuknya.
Shin mengatakan tidak mungkin Deok HWa bisa tahu hal itu, karena puisi itu hanya ia ucapkan dalam hati dan bukan itu yang tertulis di buku, bagaimana Deok HWa bisa tahu?
Wang Yeo mengecek suratnya dan membenarkan kalau bukan itu yang tertulis disana.
TApi Eun Tak masih tetap yakin karena Deok HWa yang mengatakannya.

Shin dan Wang Yeo jadi bingung. Kemudian keduanya bertatapan.
Wang Yeo ingat hari dimana Shin menghancurkan lebih dari 30 mobil, Deok Hwa langsung ke kamarnya membangunkannya dan meminta bantuan menghapus ingatan, ia bertanya pada Shin, dari mana dia tahu aku bisa menghapus ingatan seseorang?
Shin mengatakan ia merasa tidak pernah mengatakannya dan Wang Yeo jadi makin curiga, dari mana dia tahu.
Eun Tak kemudian berfikir lagi dan mulai merasa aneh juga, ia ingat Deok Hwa yang menemukan daun maple-nya, padahal ia sudah kehilangan itu.
Ketiganya mulai memikirkan hal-hal aneh yang sering Deok Hwa lakukan, seperti kata-katanya yang kadang mirip dengan Eun Tak, dan Shin menyadari sesuatu, Kenapa aku tidak menyadari itu sebelumnya?  Dia bahkan berani menyewakan rumah milik seorang goblin.
Wang Yeo dan Shin saling bertatapan.

Deok Hwa sedang minum di bar dengan gaya-nya yang tidak biasa. Kita bisa merasakan auranya berbeda. WOW.
Lalu kita melihat beberapa keanehan pada Deok Hwa yang lainnya yang sudah menjadi pertanyaanku sejak lama, salah satunya adalah dia yang bisa menemukan Eun Tak di resort ski saat kupu-kupu terbang mencarinya dan juga saat Deok Hwa memberitahu Eun Tak kalau Sunny adalah adik Shin.
Lalu saat ia dan wanita merah pertama kali bertemu di episode 1, Deok Hwa mengajaknya minum dan wanita itu setuju, pertemuan mereka ternyata membahas mengenai si goblin dan keduanya bicara seolah mereka mengenal sejak lama.
Wanita merah mengatakan akhirnya goblin bertemu dengan pengantin goblin. Deok Hwa mengatakan kalau itu adalah takdir mereka.
Wanita merah itu juga bertanya, bagaimana Deok Hwa akan membuat Wang Yeo bertemu dengan goblin? Seorang pria dengan pedang di dadanya, dan seorang pria yang menusukkan pedangnya.
Deok Hwa hanya tersenyum dan mengatakan kalau itu adalah takdir. Dan kita melihat bagaimana Deok Hwa menyewakan rumah goblin pada Wang Yeo. Karena wang yeo juga sedang mencari rumah, jadi itu masalah gampang.

Wanita merah mengingatkan Deok Hwa kalau ia tidak seharusnya membuat itu menjadi bahan candaan. Ia bertanya apa sebenarnya yang Deok Hwa rencanakan.
Deok HWa tersenyum agak menyeramkan, ia mengatakan secara khusus ia menyukainya (Shin).
Wanita merah mengingatkan, Sudah 900 tahun sejak Kim Shin menerima hukumannya, Apa itu masih belum cukup?
Deok Hwa berkata, Seperti itulah pentingnya hidup seseorang.
Wanita merah bertanya lagi,  Kenapa kau tidak buat saja dunia yang sempurna tanpa ada dosa?
Deok Hwa menjawab, Kalau begitu tidak akan ada orang yang mencari Tuhan.
Wanita merah kesal, Semua anak terlahir dengan cinta. Berhentilah menyiksa mereka. Singkirkan tangan-tangan yang menutup mata mereka. Biarkan mereka saling mengenali  satu sama lain. Biarkan mereka yang membuat keputusan sendiri.
Deok Hwa tersenyum, Sayang sekali, padahal aku menyukainya karena dia tampan.

WOWOOOWOWOWOWOW. Deok Hwa keren! Jadi dia mempermainkan nasib selama ini?

Kembali ke bar tempat Deok Hwa minum. Ia sepertinya sudah merencanakan hal ini dan ia tahu kalau Shin dan Wang Yeo akan datang menemuinya disana.
Ia mengatakan akhirnya mereka datang. Dan benar saja, Shin dan Wang Yeo berjalan mendekatinya. Aura Deok Hwa benar-benar terlihat berbeda. Ia memperlihatkan kalau ia lebih kuat dari mereka.
Shin dan Wang Yeo berjalan perlahan mendekatinya. Deok Hwa menatap mereka dan meletakkan gelas minumannya saat Shin memanggilnya dan tiba-tiba, seolah ada yang menghalangi, Shin tidak bisa mendekati Deok Hwa.
Deok Hwa menghentikan waktu saat itu, semuanya mematung kecuali mereka bertiga. Shin menyentuh sesuatu yang meyelimuti disekitar Deok Hwa, seperti air. IA tahu kalau Deok Hwa bukan Deok Hwa.
Deok Hwa menatap mereka berdua dengan tajam. Shin bertanya siapa dia sebenarnya dan mengajaknya memperkenalkan diri.

Shin kemudian teringat saat-saat sebelum ia mati di ladang itu, ia bicara dalam hati mengenai 'jangan berdoa pada siapapun karena tuhan tidak akan mendengarkanmu', dan Deok Hwa mengulangi kalimat itu lagi. Shin terkejut.
Deok Hwa berkata saat sebelum kematin Shin, dia mengeluh mengenai hal itu.
'Sang Pencipta pasti punya alasan kenapa dia menghapus ingatanku. Aku akan tetap hidup dengan atau tanpa ingatanku. Sang Pencipta pasti punya alasan sendiri'. Deok Hwa mengatakan apa yang pernah dikatakan oleh Wang Yeo juga. Wang Yeo terkejut.
Deok Hwa menatap keduanya dan berkata kalau selama ini ia selalu mendengarkan. Ia menatap Shin, Kau meminta kematian, jadi aku memberikan kesempatan, Tapi kenapa kau masih hidup?
Shin terdiam. Deok Hwa gantian menatap Wang Yeo, Aku tidak pernah menghapus ingatanmu, Kau yang memilih untuk menghapusnya dan kau masih berpikir ini adalah rencana Tuhan dan sebuah kesalahan?
Wang Yeo terdiam.

Deok Hwa mengangkat minumannya dan dengan gayanya yang cool dan menunjukkan kalau ia ada diposisi tinggi, ia berkata, Tuhan hanya bertanya, Takdir adalah sebuah pertanyaan yang kuberikan. Kau bisa mencari jawabannya sendiri.
Ia kemudian menunjuk dirinya sendiri dan mengatakan kalau ia akan mengucapkan selamat tinggal pada anak ini juga.
Deok Hwa meminum minumannya, tiba-tiba kupu-kupu putih mengelilingi tubuh Deok Hwa, Deok Hwa kehilangan kesadaran dan pingsan seiring dengan kupu-kupu yang terbang ke langit.

Shin dan Wang Yeo masih shock.
Mereka terdiam saat Deok Hwa bangun. Deok Hwa bingung kenapa pamannya ada disana dan kenapa dia bisa pingsan hanya karena segelas cola.
Shin merasa marah pada dewa yang ada di tubuh Deok Hwa dan mulai mendekatinya, mengatakan siapapun dia biarkan dia memukul sekali saja. Shin hendak memukul Deok Hwa dan Wang Yeo menahannya dengan memeluknya dari belakang.
Deok Hwa tentu saja bingung dan takut kenapa pamannya tiba-tiba begitu, ia malah mengira kalau Shin mabuk AHHAHAAHHAAA.
Shin meminta Wang Yeo melepaskannya dan Wang Yeo mengingatkan kalau Deok Hwa tidak tahu apa-apa tentang hal itu. Shin tidak peduli. Wang Yeo malah menunduk pada Deok Hwa, minta maaf karena selalu memintanya pergi bersamanya HAHHAHAHAHAHA.
Shin masih berusaha melepaskan diri dan mengingatkan Wang Yeo kalau dia adalah kupu-kupu, kupu-kupu HAHAAHHAHAHA.
Shin beneran marah sama dewa padahal dewanya udah pergi.

Wahhhh, tegang banged adegan Deok Hwa ini. Jadi sudah tahu nih identitas deok hwa yang sebenarnya, dia hanya manusia biasa tapi dia pernah dirasuki oleh dewa, kupu-kupu putih itu. Ia melakukannya untuk mengawasi Shin dkk dan mempertemukannya dengan orang yang seharusnya ia temui setelah 1000 tahun hukumannya.

Eun Tak dan Sunny sedang ada diluar, makan ubi rebus.
Mereka membicarakan Wang Yeo. Sunny mengatakan kalau ia sudah tahu siapa Wang Yeo, bahwa Wang Yeo adalah malaikat maut dan Eun Tak terkejut bagaimana ia bisa tahu.
Sunny mengatakan kalau ia tahu begitu saja, terjadi disaat-saat yang sangat aneh. Eun Tak meminta maaf karena ia tidak bisa memberitahukan yang sebenarnya pada Sunny, karena ia dan semuanya sudah terikat dengan takdir sejak ia masih kecil.
Eun Tak mengatakan untuk ukuran malaikat maut, wang Yeo termasuk malaikat maut yang baik dan berhati lembut. Tapi Sunny lebih tertarik menanyakan apakah Wang Yeo punya mantan kekasih hantu yang masih menempelinya kemana-mana HAHHAHAHAHAHAHA.
Sunny mengatakan kalau ia dan Wang YEo tidak cocok karena mereka tinggal di dunia yang berbeda. Eun Tak tidak setuju kalau Sunny berfikir begitu, mengingat keduanya saling mencintai.

Sunny kemudian bertanya, Kalau dia malaiat maut, lalu pria yang mengaku sebagai kakakku, mungkin saja sudah hidup hampir 1000 tahun lamanya? Benarkah? Apa kau istrinya goblin?
Eun Tak tersenyum kecil dan membenarkan hal itu. Secara teknik sih, ya aku istrinya, karena aku adalah penyambung hidupnya.
Sunny mengatakan semuanya sudah gila sekarang AHHAHAHAH. Eun Tak kemudian mengatakan lagi, Sajangnim, Walaupun kau berkeliling di luar rumah rasanya hampir tidak mungkin kau akan bertemu dengan Woo Bin. Dia sering keluar bekerja di malam hari. Telpon saja dia.
Sunny berkata ia tak bisa menelpon Woo Bin. Bagaimana bisa aku menelponnya, sementara dialah yang meminta putus? Aku akan memaksakan diri menerima telponnya kalau dia menghubungiku lebih dulu. Ikuti saja permainannya.
Eun Tak mengerti. Kemudian ia ingin meminta sesuatu lagi dan Sunny sudah bisa menebak kalau Eun Tak ingin mengubah jam kerjanya, padahal Eun Tak belum mengatakan apa-apa.
Eun Tak jadi nggak yakin kalau Sunny adalah manusia HAHHAHAHA. Ia bahkan menyentuh Sunny untuk memastikannya LOL.

Para malaikat maut datang ke restoran Sunny untuk makan ayam dan begitu mereka masuk, Sunny menyapa dan semuanya terpesona pada Sunny.
Teman Wang Yeo yang tadi beli sepatu mengatakan kalau sudah lama sekali ia tidak terkejut karena manusia. Yang lain setuju.
Malaikat maut wanita bertanya kenapa mereka makan ayam hari ini dan teman Wang Yeo yang menyewa di atap rumah Sunny berkata kalau pemiliknya tinggal di bawah rumahnya, jadi mereka harus membantu sesama tetangga HAHHAHHAHA. Bener juga sih XD
Mereka semua setuju dan melanjutkan makan. Salah satu mengeluh kalau mereka banyak kerjaan di akhir januari, waktu sibuk para malaikat maut. Jadi mereka harus makan untuk energi mereka hari ini.
Sunny datang membawakan sesuatu, yang lain bingung karena mereka tidak pesan. Sunny mengatakan itu adalah menu baru, bonus, karena mereka sudah bekerja keras.
YAng lain berterimakasih karena sudah menghargai kerja keras mereka dan kemudian teman Wang Yeo baru sadar akan sesuatu, keduanya saling menatap tapi mereka tidak mengatakan apa-apa HAHHAAHHHAHA, karena teman yang gendut asik makan terus wkwkwkwkw.
So? Sunny udah tahu ciri-ciri malaikat maut dan sepertinya ia tahu mereka malaikat maut HAHAHAHAH.

Malaikat maut wanita dalam perjalanan pulang ke rumahnya dan dihentikan oleh arwah si kasim Park. Malaikat maut itu tidak mengenalinya dan mengatakan ini pertama kalinya ada hantu yang sengaja muncul di hadapan malaikat maut.
Kasim berkata kalau sudah lama mereka tidak bertemu, ia tahu si wanita itu selama ini menjadi malaikat maut. Si wanita bingung, ia bertanya apa maksudnya, apa si arwah kenal dirinya?
Kasim membenarkan, kalau ia tahu betul siapa wanita itu. Wanita itu menuduh di kasim mempermainkannya.
Si kasim berwajah menyeramkan dan berkata, Apa kau tidak ingin tahu siapa aku? Dan kenapa aku tidak punya rasa takut dan berdiri begitu saja di depanmu? Tapi yang paling penting, apa kau tidak mau tahu siapa dirimu?
Wanita itu terdiam.
Kasim melanjutkan,  Pergi dan genggamlah tangan wanita itu. Aku sedang bicara soal pemilik restoran yang baru saja kau datangi. Orang-orang yang sudah melakukan kejahatan besar akan terlahir kembali menjadi malaikat maut. Dia akan memperlihatkan padamu apa yang sudah kau lakukan. Dan juga bagian mana yang kumainkan di dalam takdirmu.
Arwah sang Kasim menghilang dari hadapan si malaikat maut wanita. Malaikat maut itu tidak bergerak, ia terdiam dan sepertinya akan melakukan apa yang dikatakan oleh arwah itu.

Wang Yeo sedang merenung, memikirkan perkataan Deok Hwa yang dirasuki, 'Aku tidak pernah menghapus ingatanmu. Kau yang memilih untuk menghapusnya dan kau kira ini adalah rencana Tuhan atau sebuah kesalahan?'
Teman Wang Yeo yang menyewa di atap rumah Sunny datang membawa koper dan bertanya apa yang Wang Yeo pikirkan. Wang Yeo menjawab, sesuatu yang seharusnya tidak ia pikirkan.
Lalu temannya tentu saja bingung, Kenapa kau memikirkannya?
Wang Yeo menjawab, Kalau aku tidak melakukannya sekarang, aku mungkin akan melakukannya besok.
Temannya menghela nafas dan mengatakan kalau sekarang bukan waktunya memikirkan hal seperti itu karena mereka ada dalam situasi yang buruk. Kita sudah mendapatkan peringatan dari atas soal kasus Janghang-dong waktu itu (Kayaknya kasus bus deh). Atasan mengingatkan mereka kalau mereka adalah pendosa dan itu membuatnya pusing dan cemas.
Temannya menyerahkan koper pada Wang Yeo, kartu kematian bulan ini. Tapi pikiran Wang Yeo masih pada perkataan Deok Hwa, ia bertanya-tanya, apakah ia diberi jawaban atau pertanyaan?

Wang Yeo ada di kamarnya, ia terdiam menatap sebuah kartu kematian.
Suasana menjadi kelam. Itu adalah kartu kematian presdir Yoo yang akhirnya datang.
Wang Yeo merasa ia harus bersiap-siap.

Eun Tak kembali ke rumah dan menemukan suasana rumah yang berbeda.
Ia melihat Shin dan Wang Yeo yang berpakaian lengkap sedang berbicara.
Wang Yeo mengatakan dia punya waktu 3 jam lagi, meinggal karena serangan jantung. Jika Shin ingin mengatakan sesuatu maka Shin bisa menemuinya sekarang.
Shin sudah menduga kalau waktu presdir tidak lama lagi, ia menahan rasa sakitnya dan berkata, Aku sudah mengatakan semua yang ingin kukatakan padanya. Aku tidak mau melihatnya. Dia akan merasa bersalah padaku lalu meminta maaf. Sampaikan ucapan selamat jalanku padanya. Katakan padanya untuk terlahir kembali. Di kehidupannya yang berikutnya katakan padanya jangan melayani siapapun dan hiduplah sebagai seorang pria bebas. Sampaikan padanya ucapan terima kasihku. Aku sangat berterima kasih padanya.
Wang Yeo mengerti. Mata Shin memperlihatkan kesedihan yang mendalam. Ia kemudian berjalan masuk ke kamarnya.

Eun Tak menuruni tangga dan bertanya pada Wang Yeo apa yang terjadi?
Wang Yeo meminta Eun Tak menyiapkan baju berdukanya, sebentar lagi Eun Tak akan mendengar kabar kematian presdir Yoo.
Ia meminta Eun Tak tersu mengawasi Shin.
Eun Tak mengerti. Wang Yeo kemudian berangkat menjalankan tugasnya.

Eun Tak duduk di ruang tamu sendirian.
Shin ada di kamarnya sendirian.
Punggung Shin terlihat sangat rapuh. Ia kembali menghadapi kematian seseorang yang ia sayangi.
Kali ini ia tidak bisa menahan kesedihannya dan untuk pertama kali ia menangis terisak-isak di kamarnya.
Eun Tak mendengar tangisan Shin dan turut merasa sedih mendengarnya. Tapi ia tidak pergi ke kamar Shin, ia tahu Shin ingin sendirian.

Deok Hwa belum mendengar kabar mengenai kakeknya, ia bekerja di perusahaan, sedang mengepel sambil menyanyi lagi Twice TT LOL.
Ia kelihatan menikmatinya, padahal kenyataannya punggungnya sakit dan mulai mengatakan kalau ia jadi presdir nanti ia akan kesana setiap hari dan menyeret semua orang untuk makan malam HAHHAAHHHA. Ia sangat kesal pada manajernya HAHHAHHAA. Ia bahkan mengatakannya didepan si manajer supaya dengar, Aku akan memuji pakaian terburukmu dan membuatmu memakainya seumur hidupmu.
Sekretaris Kim datang ke toko dan mengajak Deok Hwa ikut dengannya. Tapi Deok Hwa masih kesal dan menuduh kakeknya menyuruh sekretaris Kim mengamatinya dari dekat.
Sekretaris Kim berusaha bersikap tenang, Kau harus ikut denganku sekarang. Aku sudah membawakan jasmu. Gantilah pakaianmu di mobil.
Deok Hwa mulai merasa ada yang tidak beres, ia menatap sekretaris Kim dan bertaya jas apa?
Sekretaris Kim menjawab dengan matanya.

Shin ada dikamarnya.
Ia menulis sesuatu dengan kuas-nya.
Punggungnya yang rapuh, tangannya yang berusaha sekuat tenaga menulis, menambah kesedihan hari itu.
Pada akhirnya ia tidak kuat dan kembali meneteskan air matanya.
Air matanya jatuh membasahi kertas itu. Shin sangat bersedih hari itu.

"Seorang pria yang menikmati masa-masa yang indah di dunia ini. Dia beristirahat dengan tenang di sini. Yu Shin Woo."

Kakek di makamkan di Quebec, lokasi makam-makam orang yang melayani Shin, keluarga Yoo.

Eun Tak kembali dari rumah duka. Ia masuk ke kamar Shin dan menemukan Shin duduk sendirian disana, dengan semua kesedihannya.
Eun Tak tidak mengatakan apa-apa dan langsung memeluk pria yang rapuh itu.
Eun Tak memeluk shin dengan penuh kasih sayang dan pria itu masih merasakan kesedihannya yang mendalam. Eun Tak berkata, Jadi begini rasanya menjadi seorang immortal. Presdir Yoo pasti akan terus terusan melihat ke belakang. Dia pasti akan mencemaskanmu. Itulah kenapa yang dia tinggalkan di belakangnya harus hidup dengan lebih keras. Kita mungkin akan menangis terus selama beberapa waktu, tapi kita harus banyak tersenyum dan bersemangat. Kau harus melakukan itu untuk membalas kasih sayang yang sudah kau terima selama ini.
Shin meneteskan air matanya kembali. Ia menangis lagi.
Eun Tak duduk disampingnya dan mencoba tersenyum, ia bertanya apa Shin butuh sesuatu untuk menghangatkan badannya dan Shin menjawab nanti saja kalau Deok Hwa sudah pulag.
Eun Tak mengerti.

Deok Hwa kembali ke rumah dan ia lemas di tangga, ia menangis.
Ia mengatakan penyesalannya selama ini, Apa yang harus kulakukan sekarang? Aku tidak memperlakukannya dengan baik. Bagaimana bisa dia meninggalkanku dan membuatku merasa bersalah seperti ini? Bagaimana aku bisa hidup dengan perasaan bersalah padanya seperti ini?Apa yang harus kulakukan sekarang? Bagaimana aku bisa hidup sendirian?
Shin mengatakan kalau Deok Hwa tidak sendirian. Ia menepuk bahu Deok Hwa untuk menenangkannya.
Shin mengatakan Deok Hwa punya dirinya, mereka berdua akan bersama-sama jadi Deok Hwa tidak perlu cemas.
Deok Hwa menangis dalam pelukan pamannya sambil memanggil pamannya. Shin menepuk-nepuk bahu Deok Hwa.

Deok Hwa menolak makan setelah itu, ia hanya tiduran di kamar dan tidak bersemangat.
Shin datang membawa makanan, Wang YEo membawa buah yang ia iris dengan bentuk kelinci dan Eun Tak datang membawa kamera, membujuk Deok Hwa untuk makan tapi Deok Hwa tetap menolak.
Shin bahkan menawarkan membuatkan emas batangan untuk Deok Hwa dan mengajarinya menembus tembok, tapi Deok Hwa tetap menolak.
Wang Yeo jadi merasa bersalah, seharusnya ia memberi tahu Deok Hwa lebih awal supaya Deok Hwa bisa bersiap-siap.
Deok Hwa mengatakan ia mengerti, lagipula keluarganya sudah bergantung pada goblin dari generasi ke generasi.
Ia kemudian berdiri dan berterima kasih pada semuanya, ia mengatakan ia masih punya pekerjaan dan meninggalkan mereka bertiga. Ketiganya masih mencemaskan Deok Hwa.

Deok Hwa sedang membersihkan peralatan perak di ruang makan dan Shin datang mendekatinya.
Deok Hwa mengatakan kalau kakeknya mungkin akan terganggu karena ini, ia tahu betul kakeknya. Shin mengatakan ia juga tahu.
Deok Hwa berkata, Sekretaris Kim sudah ditunjuk jadi CEO. Kakek sudah mempersiapkan segalanya sebelum dia meninggal. Aku lega. Aku masih belum siap.
Shin menatap deok Hwa dan membenarkan. Deok Hwa berdiri di hadapan pamannya dan berkata, Aku akan belajar semuanya dari dasar. Pasti ini yang diinginkan kakek. Aku juga akan mulai belajar baduk. Kemudian aku akan jadi kakakmu, ayahmu, dan jadi kakekmu.
deok Hwa mengatakan dengan suaranya yang serak. Shin mengerti akan ketulusan Deok Hwa yang akan mulai serius mulai dari sekarang.


Sekretaris Kim sekarang sudah menjadi CEO. Ia duduk di ruangannya dan membuka surat terakhir dari kakek.
Sebuah amplop untuk Deok Hwa yang berisi kartu kredit dan sebuah amplop untuknya yang berisi surat.
Sekretaris Kim membacanya, 'Kalau seseorang dengan marga Kim dan nama Shin datang padamu dan bilang dia ke sini untuk mengambil barang miliknya, berikan ini padanya. Dan semua yang kutinggalkan menjadi miliknya. Dia akan datang padamu melalui hujan dan meninggalkan api kebiruan. Lalu kau akan tahu itu dia.'
Sekretaris Kim bingung dan berfikir.

Deok Hwa membawa barang-barangnya menuju rumah Shin dan melewati jembatan tempat pertama kali ia dan wanita merah bertemu.
Wanita merah juga melewati jembatan itu dan keduanya berselisih. Wanita itu menatap Deok HWa tapi Deok Hwa tidak mengenalinya.
Wanita itu berhenti dan berkata kalau 'dia' sudah pergi.
Deok Hwa menghentikan langkahnya dan bingung, ia melihat wanita itu dan bertanya siapa dia dan apakah dia mengenalnya?
Wanita itu tersenyum dan berkata, Aku kenal. Seorang anak yang tidak punya apa-apa kecuali kebaikan. Makanya kau bisa membuat dunia ini bersinar. Ingat, kebaikanmu akan membawakanmu keberuntungan.
Deok Hwa memperbaiki ucapan wanita itu, kalau dia bukan anak-anak lagi. Dan Deok Hwa kemudian mengajak wanita itu minum.
Wanita itu tersenyum, Kau bisa pergi minum dengan seorang gadis cantik.
Deok Hwa berkata, Kau kan cantik.
Wanita itu tersenyum lagi, Kau harus pergi minum dengan manusia. Sampai jumpa.
Wanita itu melambaikan tangan dan meninggalkan Deok Hwa yang masih bingung.

Shin dan Wang Yeo sedang memasak. Hari ini Shin memasak lumayan banyak daging jadi Wang Yeo bertanya kenapa Shin memasak banyak sekali.
Shin menjawab kalau Deok Hwa akan datang nanti. Ia meminta merica pada Wang Yeo dan Wang Yeo memberikannya, sepertinya tangan mereka tadi bersentuhan sih.
Wang Yeo mengatakan ia iri pada Deok Hwa karena punya paman. Shin bingung. Wang Yeo berkata, Jangan hiraukan aku. Aku merasa iri pada semua orang dan merasa kosong akhir-akhir ini.
Shin malah menganggap itu pujian padanya dan ia mulai memuji diri sendiri, Katakan saja padaku. Aku tahu kau ingin punya seorang paman sepertiku. Paman yang super ganteng.
Shin kemudian melihat ke arah Wang Yeo dan tiba-tiba ia melihat penampakan. Shin melihat wajah raja muda di wajah Wang Yeo. Shin terdiam. Wang Yeo bingung karena Shin menatapnya. Shin bertanya kapan Wang Yeo jadi malaikat maut dan Wang Yeo menjawab sekitar 300 tahun lalu. Ia bertanya kenapa Shin menanyakannya. Ia bertanya apakah ada sesuatu di wajahnya, kenapa Shin menatapnya begitu.
Shin masih terpaku dan berkata, Hanya beberapa detik saja sih. Tapi aku melihat wajah yang tidak pernah kulihat di wajahmu sebelumnya. Wajah yang tidak seharusnya kulihat.
Wang Yeo penasaran wajah siapa.

Deok Hwa di rumah Shin sedang bekerja. Shin terus berjalan di belakangnya sambil senyam senyum sendiri melihat Deok Hwa yang bekerja dan Deok Hwa jadi tidak konsentrasi dibuatnya.
Ia protes karena Shin sejak tadi jalan kesana kemari mengawasinya. Shin tersenyum dan mengatakan kalau ia hanya merasa merasa bangga karena sekarang Deok Hwa jadi anak berguna.
Deok Hwa memuji diri sendiri dan mengatakan, Seorang pewaris keluarga kaya harusnya memang berpikir bahwa bekerja di luar kantor itu adalah latihan yang baik.
Shin kemudian tertarik dengan satu dokumen dan mengambilnya. Shin menatap dokumen karyawan yang bernama Kim Woo Shik. Deok Hwa bingung melihat ekspresi Shin.

Eun Tak di kamarnya sedang dandan di depan cermin dan kelihatan cantik.
Ia kemudian turun dari tangga dengan gaya lucunya dan sedikit menari di hadapan Shin, Hari ini adalah hari pertama kuliah. Aku mahasiswa sekarang. Akan ada pertemuan anak baru, jadi aku mau pakai dress.
Shin menatap Eun Tak dan tidak setuju Eun Tak memakai dress tapi Eun Tak tidak mau tahu.
Shin mengatakan kalau Deok Hwa yang akan mengantar Eun Tak hari ini, ia tidak bisa mengantar karena ia ada janji. Ia mengingatkan kalau terjadi sesuatu Eun Tak harus memanggilnya.
Eun Tak mengerti dan memperlihatkan isi tas-nya, sudah ada pematik disana.
Shin mengatakan kalau Eun Tak melupakan sesuatu dan Eun Tak tersenyum sambil memukul Shin dan mengatakan ia tahu itu.

Ia menutup mata dan mempersiapkan bibirnya.
Shin tersenyum melihat tingkah gadis itu.
Shin melangkah mendekati Eun Tak dan ia memasangkan sebuah kalung di leher Eun Tak. Awwwwwwwwwwwww kalung itu XD
Shin kemudian berkata, Aku tidak tahu kenapa kau harus menutup matamu. Kau sempurna sekarang.
Eun Tak membuka matanya dan melihat kalung itu, kalung yang indah. Ia tahu itu kalung dari kanada dan mengataka  kalau ia sedikit tersentuh. Ia bertanya apa arti tulisan itu.
Shin menjawab, Dalam bahasa Perancis artinya, 'Takdir yang dilukis oleh langit.' Takdir yang pasti yang melampaui pemikiran manusia.
Eun Tak menyukainya, ia mengatakan kalau itu adalah kata yang ia sukai 'takdir'.

Kemudian Shin mulai mengatakan kalau Eun Tak tidak boleh ini dan itu HAHAHAAHAHA. Mulai peraturan ketat sang pacar, Tidak ada kencan buta. Tidak ada romantis-romantisan. Dan tidak ada Tae Hee Oppa. Tidak ada pria yang boleh mendekat lebih dari radius 30m dari kalung ini. Makaya aku membuatkanmu takdirmu.
Eun Tak cemberut, padahal itu semua adalah alasanku kuliah.
Shin kemudian menyuruh Eun Tak segera berangkat sebelum ia terlambat.
Eun Tak kemudian permisi sambil tersenyum dan Shin tersenyum melihat kepergiannya.

Eun Tak tiba di kampus dan mulai mengambil foto ^^
Shin dengan pakaian lengkapnya ada di perusahaan dan ia mendapat pesan dari Eun Tak.
Video lucu, Eun Tak pake emot tuan Soba HAHAHHAHAAHAHHA.
Eun Tak mengirim video mengatakan kalau ia sudah sampai dengan selamat di kampus. Shin tersenyum melihatnya dan mengatakan, Dia memakai kalung dan mengambil foto dengan baik dan tidak ada pria dalam fotonya. Anak baik.
Shin menyimpan ponselnya dan melanjutkan perjalanannya. Ia akan ada di wawancara pelamar berpengalaman di ChunWoo Group.

Shin datang ke ruang tunggu wawancara penerimaan karyawan baru Grup ChunWoo. Kim Woo Shik adalah salah satu pelamar disana. Ia terlihat gugup.
Shin datang dan duduk di hadapan Kim Woo Shik. Ia menatap pria itu tanpa berkedip. Woo Shik jadi bingung kenapa pria tak dikenal menatapnya seperti itu. Ia melihta ke kanan dan ke kiri, tapi Shin jelas-jelas hanya menatap padanya.
Mata Shin mulai berkaca-kaca menatap Woo Shik dan Shin teringat zaman Goryeo dulu, Woo Shik adalah tangan kanannya, seorang pejuang seperti dirinya, yang dulu menusuknya dengan tangisan.
Shin hampir menangis berkata, Kita pasti sudah saling melewatkan waktu satu sama lain, karena aku tetap hidup selama ini. Kau pasti merasa sangat kesepian. Kumohon maafkan aku.
Woo Shik bingung kenapa Shin bicara sendirian. Lalu namanya dipanggil dan ia masuk untuk wawancara.

Kim Woo Shik saat ini berasal dari keluarga miskin dan ia, istri dan anaknya tinggal di rumah atap. Ia mendapat telpon kalau ia diterima di perusahaan ChunWoo. Dan bahkan diberikan sebuah apartemen mewah oleh perusahaan dan juga mobil. Presdir Kim yang secara langsung memberikannya, saat ditanya kenapa dia diberikan semua ini, jawaban presdir Kim adalah karena dia melakukan wawancara dengan baik.
Presdir Kim juga memberikan sebuah amplop berisi nama untuk puteranya yang akan lahir pada Mei mendatang, Dia akan membawa kebahagiaan ke dunia ini dari generasi ke generasi.
Woo Shik makin bingung dengan semua ini. Ia bertanya siapa predir Kim dan presdir memperkenalkan dirinya. Woo Shik langsung terkejut dan meminta maaf ia bahkan tidak mengenali presdirnya sendiri.
IA bertanya lagi kenapa ia diberikan sebanyak ini dan presdir menjawab, Kau sudah menyelamatkan negara di kehidupanmu yang sebelumnya.

Woo Shin terkejut dan ia bingung. Lalu ia merasakan aura lain disekitarnya. Shin menatapnya dari jauh, tapi saat ia melihat ke arah itu, shin sudah tidak ada.
Itu adalah perasaan dimana ia seperti mengenalinya tapi ia tidak tahu itu apa.

Eun Tak sedang dalam perjalanan ke tempat kerja-nya saat Shin menelpon dan bertanya dia dimana, kenapa belum pulang, apa dia tahu kalau diluar sangat berbahaya.
Eun Tak menjawab kalau sekarang masih jam 5 dan matahari masih tinggi. Ia minta Shin jangan banyak mengomel.
Shin jadi kesal dan bertanya lagi dimana dia sekarang.
Eun Tak melihat sesuatu dan punya ide, ia mengatakan Shin akan terkejut kalau tahu dimana dia sekarang.

Eun Tak menyalakan korek api dan meniupnya, Shin seperti biasa datang dibelakangnya.
Eun Tak ada diruangan sempit, tempat photobox dan Shin muncul disana dengan kepala hampir patah karena ruangan itu terlalu sempit untuk berdiri tegak HAHAHAHAHA.
Eun Tak tersenyum menarik Shin dan menariknya duduk. Mereka berdua menatap kamera dan berpose untuk berfoto.
Eun Tak mengambil fotonya dan puas, fotonya kelihatan bagus. Shin tidak kelihatan begitu excited, Shin masih protes kenapa mereka masih di ruangan sempit ini dan mengajak Eun Tak keluar, tapi Eun Tak mengatakan 5 menit lagi.
Shin bingung, kenapa harus 5 menit dan Eun Tak menjawab siapa tahu saja terjadi hal romantis dalam 5 menit ini HAHAAHHAHA.

Shin mengatakan itu tak akan terjadi tapi Eun Tak yakin itu akan terjadi, ia mengeluarkan sebuah amplop dan memberikannya pada Shin, Seperti ini. Ini harganya kalau dibulatkan jadi 5 dolar 12 sen. Lihat, romantis kan?
Shin bingung, kenapa kau membayarku diruang kecil dan sempit ini?
Eun Tak mengingatkan kalau Shin harus membayar hutangnya pada Sunny. Kau harus membayar pada bosku untuk ubi bakarnya dengan uang itu.
Shin menuduh Sunny memaksanya. Eun Tak menjelaskan, Kau merindukan adikmu, tapi bosku hidup di masa kini. Akan aneh kalau kau menemuinya, tapi kau merindukannya, ya kan? Kau bisa ke sana untuk membayar utangmu. Aku sedang memberimu alasan untuk bisa menemuinya.
Eun Tak mengatakan setelah ini ia akan pergi bekerja, apakah Shin mau ikut dengannya?
Shin tersentuh dengan pengertian pacarnya ini, Ia memang merindukan adiknya, tapi ia takut menemui Sunny, ia akan menemuinya lain kali LOL.
Eun Tak tersenyum mendengarnya, ia mengatakan mereka berdua seperti saudara sungguhan.

Ia kemudian mengajak Shin keluar tapi Shin menariknya, ia masih tidak mau berpisah dengan Eun Tak, ia membuat alasan kalau diluar dingin HAHHAAHAHHA.
Ia mengubah percakapan dengan menanyakan kuliah Eun Tak tapi Eun Tak malah membahas TAe Hee Oppa dan itu membuat Shin kesal. Eun Tak mengatakan, Maksudku Tae Hee Oppa akan berangkat ke Amerika. Dia akan ikut Liga Utama Baseball. Aku pernah baca bahwa goblin bisa mengenali bakat seseorang. Aku cuma mau bilang itu sangat keren.
Mendengar itu Shin senang, Aku tidak mau pamer, tapi aku bisa membaca bakat orang sudah sejak lama. Hwang Hui adalah yang paling spesial. Maeng Sa Sung juga luar biasa.
Eun Tak merespon dengan tidak bersemangat dan Shin mengingatkan kalau ada orang dewasa berbicara disini.
Eun Tak mengatakan ia sedang sibuk. Ia tiba-tiba mengecup bibir Shin dan membuat Shin mematung terdiam.
Eun Tak tersenyum dan mengatakan ia hampir terlambat bekerja, dan ia tidak ingin mendengar cerita tentang Hwang Hui atau siapapun itu.
Ia kemudian permisi dan meninggalkan Shin.

Shin masih di photobox dan menatap kepergian Eun Tak dengan wajahnya yang memerah dan bahkan memonyongkan bibirnya terus sambil mengatakan Eun Tak harus menelponnya kalau ada apa-apa HAHHAHAHA.
Shin bergumam sendirian sambil senyam senyum, Terasa aneh di dalam ruangan kecil dan sempit ini. Tunggu. Itu kan sama saja. Aku jadi ingin ke sini setiap hari.
HAHHAHAHAAHHA Emang ya XD XD


Share:

2 comments:

Translate

Dapatkan Update Via Email

Powered by Blogger.

Blog Archive

Random Post