Wednesday, 15 March 2017

[Recap] Tokyo Tarareba Girls Episode 1


Aku sempat stop nonton J-Drama setelah Nigehaji, karena aku trauma dengan drama Masaki Suda dan Ishihara Satomi, susah banged sub-nyaaaaaaaaaaaaaaa.
Aku bahkan nggak lanjut lagi karena rasa itu sudah memudar saaat subnya rilis HAHAAHHAHA. Makanya aku sebisa mungkin jangan nonton J-Drama yang lagi airing, bikin sakit hati karang-kadang AHHAHAHAHA.
Tapi aku memang sudah lama tertarik dengan drama Tokyo Tarareba Girls ini XD
Karena ada Sakaguchi Kentaro ❤❤❤

Jadi, aku baru menonton episode pertama dan sepertinya dramanya asik nih. Aku juga udah cek spada fans yang nonton airing, katanya sub-nya lancar. Jadi aku akhirnya mencoba menontonnya. Kalau nggak salah, sampai artikel ini dibuat, dramanya sudah mencapai episode 7 dari 10 episode.
Jadi disini aku akan merecap episode 1 nya. Kira-kira ini drama tentang apa? ^^

Tokyo Tarareba Musume / Tokyo Tarareba Girls / Tokyo 'What If' Girls mengisahkan 3 sahabat sejak SMA di usia 30 tahun mereka. Mereka bertiga selalu bersama dalam suka maupun duka. Mereka adalah Rinko Kamata (Yoshitaka Yuriko) seorang penulis naskah yang tidak terkenal, Kaori Yamakawa (Nana Eikura) yang bekerja sebagai nailart dan Koyuki Torii (Yuko Oshima) yang keluarganya mempunyai bisnis restoran.
Di usia 30 tahun mereka, mereka masih single, tidak punya pacar. Di tahun baru 2017, mereka mengingat kalau 7 tahun lalu mereka pernah berangan-angan di olimpic 2020 yang akan diadakan di Jepang, mereka akan bertemu kembali membawa keluarga mereka. Intinya mereka tidak akan sendirian di olimpiade itu. Dan siapa sangka sebelum 2020, tinggal 3 tahun lagi dan mereka masih single. Jadi mereka benar-benar berniat untuk mencari pria tahun ini.

Rinko sebagai penulis, mencoba menyelesaikan tulisannya di rumah dimana ia tinggal sendirian. Ia mengantar naskahnya ke sebuah perusahaan dimana itu adalah milik teman SMA-nya, Tetsuro Hayasaka (Ryohei Suzuki). Keduanya berteman baik sekarang dan terlihat cukup akrab untuk curhat. Tapi Tetsuro ini mencurigakan. Ia kelihatan gugup kalau dekat dengan Rinko dan aku pikir dia menyukai Rinko, dia bahkan gugup saat ingin mengatakan sesuatu pada Rinko, ingin mengajaknya ketemuan di luar tapi diganggu oleh Mami Shibata (Ren Ishikawa) yang bekerja disana.
Mami juga berfikir kalat Tetsuro menyukai Rinko, dilihat dari bagaimana Tetsuro terus memandangi Rinko sampai Rinko keluar dari kantor. Rinko jadi mikir lagi, tapi tiba-tiba ia mendapat sms dari Tetsuro yang mengajaknya bertemu untuk membicarakan hal 'penting' dan 'berdua' saja.
Rinko tentu saja panik. Ia kemudian langsung mengirim pesan pada 2 sahabatnya. Pesan level 4, dimana teman-temannya langsung meninggalkan pekerjaan dan menemuinya.

Mereka bertemu di kedai ayah Koyuki dan Rinko langsung menceritakan apa yang terjadi. Tentu saja kedua temannya sangat sangat excited. Mereka langsung mengartikan sms itu, kalau maksudnya membicarakan hal penting dan hanya berdua saja, pastilah si Tetsuro ingin menembak Rinko. Tapi Rinko masih ragu, ia berfikir bisa saja itu masalah pekerjaan dan yang lainnya. Tapi temannya meyakinkan kalau Tetsuro menyukai Rinko.
Ternyata Tetsuro ini 8 tahun lalu pernah menyatakan perasaannya pada Rinko. Tetsuro dulu adalah orang yang kikuk dan nggak keren sama sekali, Rinko menolaknya langsung saat itu. Tidak disangka mereka masih berteman selama 8 tahun ini dan saat teman-temannya mengecek siapa Tetsuro sebenarnya, mereka terkejut kalau ia cukup kaya dan gayanya juga sudah sangat keren sekarang. Tentu saja mereka tidak ingin Rinko menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Rinko jadi mikir lagi, ia bahkan sampai berhalusinasi melihat makanan bicara padanya. Makanan yang lucu menasehatinya untuk melangkah maju kalau ia tak ingin sendirian di olimpiade 2020 HAHAHAHHAHA.

Dan pada akhirnya Rinko meninggikan harapannya saat malam janjian ia dan Tetsuro. Mereka makan malam di restoran 8 tahun lalu. Berbeda dengan 8 tahun lalu, dimana Tetsuro bahkan tidak bisa memesan makanan sendiri dan bersikap tidak keren, Tetsuro yang sekarang melakukannya dengan baik. Keduanya menikmati makan bersama sambil mengenang masa lalu dan membicarakan ini dan itu. Tapi makan malam berakhir dan sama sekali tidak terjadi apa-apa. Tentu saja Rinko jadi bingung.
Dalam perjalanan pulang, Rinko memberanikan diri bertanya apa hal penting yang ingin Tetsuro katakan padanya dan Tetsuro mulai menunjukkan wajah gugup membuat harapan Rinko jadi semakin besar.
Tapi JLEB! Tetsuro malah mengatakan kalau ia menyukai Mami yang 12 tahun lebih muda darinya, ia mengajak Rinko bertemu ternyata hanya untuk membicarakan hal itu, meminta pendapat Rinko sebagai temannya HAHHAAHHAHAHA.
Rinko bagaikan disambar petir tapi ia mencoba menjaga ekspresi wajahnya.

Malam yang sama, Rinko curhat pada 2 sahabatnya, ia bahkan memukulkan kepalanya ke meja berkali-kali menyadari betapa bodohnya dirinya. Ia menyalahkan dirinya sendiri yang punya harapan terlalu tinggi tapi teman-temannya mengatakan kalau itu adalah salah mereka yang yankin 100% itu akan menjadi malam pernyataan cinta.
Rinko sangat sedih dan mereka bertiga mulai membicarakan sesuatu untuk mengobati kekecewaan Rinko. Mengatakan kalau pasti akan ada pria baik yang datang dan Rinko hanya perlu menunggu momen yang tepat. Rinko bisa menghabiskan waktu merawat diri sementara menunggu momen itu.
Rinko kemudian ingat kalau Mami sudah punya pacar dan teman-temannya mengatakan itu kesempatan bagus, kalau Tetsuro di tolak oleh Mami. Mereka mulai menertawakan Tetsuro yang menyukai gadis 12 tahun lebih muda dan ditolak. Sepertinya sih suasana hati mereka jadi baik tanpa tahu kalau seseorang dibelakang mereka mendengarkan pembicaraan mereka sejak tadi dan tampak tidak menyukainya.

Rinko yang mabuk tak sengaja jatuh dan mengenai pria itu. Pria itu berambut pirang dan mulai protes dengan 3 wanita yang sejak tadi ribut. Padahal ia datang ke kedai itu karena gaya jepang yang terlihat nyaman tapi malah diganggu dengan 3 gadis yang berisik sejak tadi.
Rinko dkk tentu saja tersinggung. Si pria memanggil mereka 'Tarareba Girls' yang artinya gadis yang sibuk hanya mengatakan 'bagaimana jika' tanpa melakukan usaha.
Sebenarnya agak susah menjelaskannya sih, intinya Rinko dkk tadi hanya bicara saja, jika begini dan jika begitu, seolah-olah mereka hanya menunggu sesuatu terjadi dan nggak ada usaha sama sekali dan itu yang diprotes si pria pirang. Dan ternyata itu menusuk hati ketiganya, mereka menjadi terdiam karena meski menyakitkan, apa yang dikatakan si pirang ada benarnya LOL.
Setelah pria itu pergi, Rinko dkk kemudian ingat kalau itu adalah pria yang sama, yang tak sengaja mereka temui setelah pulang dari kuil, awalnya mereka terpesona dengan si pria tapi kemudian setelah kejadian ini, mereka jadi menganggapnya pria jahat lol.

Tapi perkataan pria itu membekas di hati Rinko, para gadis yang hanya membicarakan 'what if story'.
Ia bahkan tidak bisa berkonsentrasi menulis karena ia selalu ingat 'Tarareba' kalau ia menulis kata yang berawalan 'Ta'.
Pada akhirnya ia ingin menenangkan diri dengan datang ke toko Kaori dan mempercantik kukunya.
Mereka berdua masih saja bergosip mengenai si pria pirang yang mulutnya ga bisa di jaga, meski si pria pirang ada benarnya. Dan itu membuat mereka berfikir untuk memulai sesuatu.

Ternyata berkat si pria pirang, mereka bertiga akhirnya pergi ke kencan buta.
Mereka bersemangat memilih kriteria calon yang akan mereka temui. Tapi ternyata lama menunggu, tidak ada yang datang sama sekali. Mereka bahkan bertanya pada pelayan yang ada disana dan jawabannya membuat mereka shock.
Karena para pria hanya tertarik pada wanita 20 tahunan, jadi tidak ada yang tertarik pada mereka.
Pada akhirnya mereka terlihat kesal dan minum wine sampai mabuk. Ketiganya pulang dan memulai cerita 'Tarareba' lagi.

Mereka pergi ke kedai ayah Koyuki dan tak sengaja bertemu dengan si pria pirang yang baru keluar dari kedai.
Melihat wajah si pria, mereka kesal dan mengatakan kalau ini semuanya salah si pria pirang itu. Kalau si pirang tidak mengatakan sesuatu seperti kemarin maka mereka tak akan dipermalukan di tempat seperti itu.
Si pirang tentu saja nggak ngerti dan Rinko menjelaskan kalau bukan karena perkataan si pirang mereka tidak akan ikut grup kencan buta, dipanggil oba-san dan merasa sakit hati.

Rinko bahkan sampai terjatuh gegara kesal sama si pirang.
Saat Rinko jatuh, ia juga menjatuhkan pot bunga. Si pirang membungkuk, dikira mau menolong Rinko, si pirang malah lebih tertarik menolong bunga yang jatuh.
Ketiganya shock. Si pirang mengatakan hal yang menusuk lagi, kalau wanita dewasa bisa menolong dirinya sendiri, karena mereka bertiga sekarang bukan gadis muda lagi.
Dan lagi-lagi, ketiganya tertusuk oleh kata-kata si pirang.

Tapi kata-kata itu ada benarnya.
Rinko kembali melihat makanan bicara dan menasehatinya untuk melakukan sesuatu pada Tetsuro.
Jika Tetsuro ditolak, Rinko nanti bisa mengambil langkah duluan untuk mendekatinya dan menyatakan perasaannya. Lagi pula Rinko kelihatan tidak masalah dengan Tetsuro.
Para makanan bahkan menunjukkan foto keluarga bahagia Rinko dan Tetsuro kalau menikah nanti. Tapi Rinko tidak akan bisa menggapainya kalau hanya menunggu. Mereka ingin Rinko berbuat sesuatu, kalau Rinko tidak ingin sendirian di olimpiade 2020.
Sendirian di olimpiade 2020 terasa seperti kata-kata yang sangat menyakitkan.
Karena hal itu, Rinko jadi berniat untuk mengambil langkahnya sendiri.

Jadi keesokan harinya, Rinko datang ke perusahaan dan mengajak Tetsuro bicara berdua. Ia sudah mengumpulkan segenap keberaniannya untuk menyatakan perasaannya. Tapi belum sempat ia mengatakannya, Mami datang dan menganggu lagi.
Dan ternyata Mami dan Tetsuro sudah berpacaran. OMG.
Rinko shock, apalagi saat Mami mengatakan kalau selama ini ia pikir Tetsuro menyukai Rinko dan tetsuro mengatakan kalau ia tak menyukai Rinko.
Terasa seperti tertusuk panah, Rinko berusaha menjaga ekspresinya dan memberi ucapan selamat. Ia kalah sebelum berperang dan merasa ingin masuk ke lubang. Ia ingin mengajak teman-temannya bertemu tapi ia mengurungkan niatnya.

Tapi saat itu Koyuki melihatnya.

Akhirnya mereka bertiga bertemu di sebuah cafe.
Rinko benar-benar terlihat tidak bersemangat dan mulai menyadari kalau selama ini, ia sama sekali tidak berbuat apa-apa. Mereka bertiga mulai mengenang masa lalu saat teman-teman mereka berkencan dan ikut kencan buta, mereka menertawakannya. Mereka selalu menolak dan menertawakan teman yang menikah dengan pria tidak tampan. Tapi pada akhirnya teman-teman mereka punya keluarga yang bahagia. Mereka baru menyadari kalau berkencan dan menikah dengan pria yang mencintai mereka ternyata adalah sebuah keajaiban.
Tapi mereka sebenarnya tidak bisa protes. Saat orang lain berjuang di lapangan, mereka selalu ada di kursi cadangan, menonton dan tertawa.

Rinko ingin menemukan kesempatannya sekali lagi.
Mereka pergi ke tempat latihan basesall dan mencoba memukul bola. Dari semua bola yang dilempar, pasti ada satu kesempatan ia bisa memukulnya.
Teman-temannya juga ikut memukul dan punya ide bagaimana kalau mereka memikirkan si pirang agar punya kekuatan untuk memukul.
Dan setiap bola datang, mereka mulai mengejek si pirang itu.
Dan ternyata, si pirang itu ada disana, melihat mereka bertiga dari jendela.
Rinko pada akhirnya berhasil memukul 1 bola. Ia sangat senang dan menemukan semangatnya lagi. Saat keluar dari tempat bermain, ada 3 bir yang menunggu mereka. Mereka mengira kalau pegawai disana yang memberikannya.
Tapi sepertinya itu dari si pirang.

Dan begitulah episode 1 berakhir dengan 3 sahabat yang menemukan semangat mereka kembali untuk memulai hari yang baru, setelah patah hati bertubi-tubi.
Dan ending episode 1 berakhir dengan Rinko yang membeli sebuah majalah yang membahas cinta orang dewasa, dan saat ia membukanya, ia malah melihat si pirang dalam majalah itu. Ternyata si pirang adalah model.

 
Cerita drama ini cukup menarik dan episode 1 membuat kita penasaran untuk lanjut episode selanjutnya.
Terutama siapa sebenarnya si pirang. Di akhir episode kita akhirnya tahu kalau namanya adalah Key. Seorang model.
Aku penasaran kenapa dia sepertinya mengenal Rinko ya?
Dan sepertinya pertemuan mereka bukan sebuah kebetulan, karena dia selalu terlihat ada disekitar Rinko dkk.
Apakah Rinko akan menyukainya? heheehhehehe.

Tapi aku lebih suka Rinko dengan Tetsuro. Aku penasaran bagaimana Rinko akan memenangkan hati Tetsuro. Aku sudah pernah liat still episode selanjutnya sih, bahkan episode terbaru, tapi aku ga mau liat spoiler ah, nanti penasarannya berkurang HAHAHAHAHHAAH.
Tapi lucu juga ya, tokoh utama disini namanya Rinko. Sebuah kebetulan atau tidak, cast utamanya malah Ryohei dan Sakaken.
Maksud aku, Ryohei dan Sakaken pernah main di My Love Story, jadi sahabat pula + nama tokoh utama My Love Story kan Rinko juga HHAHAHAHAHAH.
Kalau jodoh emang nggak kemana HAHAHAHAHHA.

Share:

0 komentar:

Post a Comment

Translate

Dapatkan Update Via Email

Powered by Blogger.

Blog Archive

Recent Comment

Random Post