Thursday, 9 March 2017

[Review] J-Movie: Evergreen Love (2016)


Sudah lama aku excited dengan movie ini, sejak teaser pertama keluar tahun lalu. Tapi seperti biasa, karena movie jepang keluarnya lama, akhirnya rasa penasaran berkurang. Bahkan saat movie ini rilis dan subtitle udah keluar, aku malah jadi malas menontonnya HAHAHAHAHA.
Dan saat bingung mau nonton apa, akhirnya aku klik juga file-nya ^^
Sebenarnya sudah banyak yang merekomendasikan movie ini. Katanya bagus. Tapi karena belum menemukan mood menontonnya, aku jadinya masih menahan untuk menontonnya. Dan beberapa waktu yang lalu, akhirnya aku mengerti kenapa banyak yang menyukai movie ini.
Movie-nya keren banged, akting, story, cinematography, music, cemistry, opening, ending! Worth watching banged! XD

Evergreen Love (植物図鑑) a.k.a Shokubutsu Zukan adalah movie yang rilis pada tahun 2016, dibintangi oleh dua bintang muda, Takahata Mitsuki (Totonee-chan) dan Takanori Iwata (Dear Sister). Diangkat dari novel berjudul sama, movie ini menceritakan tentang pertemuan takdir dua tokoh utama, kebersamaan mereka dan perpisahan serta pertemuan kembali.

Aku sempat tertipu karena trailernya. Saat trailernya keluar tahun lalu, aku sama sekali ga tau ceritanya tentang apa. Saat aku menonton trailernya, aku berfikir ini drama fantasy lho, seorang pria yang tiba-tiba muncul di kehidupan sang gadis dan mengubah sang gadis perlahan-lahan menjadi lebih terbuka kemudian menghilang dan ternyata sang pria itu akan meninggal atau punya hubungan masa lalu dengan si gadis HAHAHHAHHAHAHA. Imajinasi aku liar banged ya XD XD
Dan betapa shock-nya aku saat menonton movie ini, ternyata 100% berbeda dengan bayangan awal aku BUWHAHAHHAHAHA.

Movie ini fokus pada Sayaka, 23 tahun, yang bekerja di sebuah perusahaan perumahan, dimana ia mencarikan rumah bagi pelanggan sesuai permintaan pelanggan. Ia selalu merasa kalau dunia ini tidak adil.Kenapa ada orang yang bahagia dan tidak, kenapa ada orang yang menikmati hari-harinya dan tidak. Dan ia selalu ada dibagian 'tidak' itu. Ia menjalani hari-hari yang sama seperti biasa. Ia tidak terlalu baik dalam pekerjaannya, jadi ia selalu dimarahi. Ia tidak terlalu baik memasak jadi ia selalu membeli makanan dari super market. Ia tinggal sendirian di apartemen tua yang berusia 30 tahun. Ia tidak punya teman untuk bicara. Ia sendirian.

Suatu hari ia bermimpi bertemu dengan seorang pria yang pingsan di jalan dan meminta Sayaka memungutnya karena ia kelaparan. Sayaka awalnya terkejut, tapi ia kasihan juga, jadi ia mengajak si pria ke rumahnya dan memasakkan mi instant untuknya. Si pria makan dengan sangat lahap, melihatnya makan dengan lahap begitu saja sudah membuat Sayakan bahagia. Sayaka tersenyum dalam tidurnya, tapi apakah mimpi mempunyai aroma?

Saat Sayaka membuka matanya, si pria ada di rumahnya, memasak di dapur. Sayaka terkejut karena itu bukanlah mimpi. Meski masih shock, ia tidak menanyakan apa-apa dan ikut makan bersama si pria itu. Sayaka meneteskan air matanya saat ia mencicipi masakan si pria itu, karena ini pertama kalinya setelah sekian lama ia makan masakan rumah. Hal ini lah yang membuatnya memberanikan diri meminta pria itu tinggal di rumahnya. Meski ia tak mengatakan langsung sih, hanya kode-kode dan si pria setuju. Tapi hanya selama 6 bulan saja. Keduanya kemudian berkenalan. Si pria itu bernama Itsuki. Ia tidak mengatakan nama keluarganya, katanya itu rahasia.

Sejak itu dimulailah kehidupan Sayaka dan Itsuki. Itsuki bertugas mengurus rumah, memasakkan bekal dan makan malam. Sayaka pulang kerja saat sore hari, dimana Itsuki akan berangkat kerja saat itu. Dan Itsuki pulang subuh, langsung memasakkan Sarapan untuk Itsuki sebelum ia berangkat bekerja. Dan begitulah seterusnya. Sayaka memberikan biaya untuk makan pada Itsuki, tapi Itsuki mengatakan ia hanya butuh 10000 setiap bulannya, tidak perlu terlalu banyak.
Bekal buatan Itsuki sangat mengundang selera. Sayaka selalu menantikan saat ia membuka bekal, bekal apa yang dibuatkan Itsuki untuknya hari ini. Rekan kerjanya sendiri berfikir kalau Sayaka yang membuat bekal sendiri.

 
Sayaka masih menjalani hari yang berat di kantor, tapi saat pulang kerumah, ia bisa tersenyum karena ada Itsuki yang menunggunya. Itsuki mengajak Sayaka berpetualang setiap awal bulan. Petualangan sederhana dengan sepeda hadiah dari tempat kerja Itsuki. Petualangan mereka adalah ke tempat yang banyak tumbuhan liar, meski Itsuki mengatakan kalau tidak ada yang namanya tanaman liar karena setiap tanaman punya nama. Itsuki sangat menyukai tanaman, ia tahu nama semua tanaman, tahu manfaatnya apa dan tahu yang mana yang bisa dimasak dan tidak. Jadi petualangan mereka ada mencari tanaman, memotretnya dan menemukan tanaman gratis yang bisa dimakan. JAdi di akhir hari petualangan mereka, mereka selalu memasak apa yang mereka temukan. Sayaka tidak terlalu pintar memasak, jadi ia hanya membantu dan mengikuti instruksi Itsuki saja.

Dan begitu lah hari-hari Itsuki dan Sayaka berlalu. Sayaka yang sebelumnya tidak tertarik dengan apapun mulai tertarik mempelajari tumbuhan. Ia juga mulai berubah di kantor, tidak diam saja kalau dimarahi. Tapi lama kelamaan ia mulai menyadari hubungannya dan Itsuki tidak lebih dari teman serumah saja. Ia bahkan tak tahu apa-apa tentang Itsuki, bahkan nama keluarganya. IA menjadi was was saat tahu Itsuki punya sapu tangan pink yang jelas itu dari seorang wanita. Dan malam itu ia mengikuti Itsuki ke tempat kerja dan melihat Itsuki terlihat bercanda dan tertawa bahagia bersama seorang wanita. Meski Itsuki melihat Sayaka dan mengejarnya, tapi malam itu Sayaka badmood banged dan keduanya berakhir dengan bertengkar.

Sayaka sedang tak ingin melihat wajah Itsuki, jadi ia berusaha pulang terlambat malam itu, berharap Itsuki sudah berangkat bekerja. Ia makan malam bersama teman-temannya dan diantar pulang oleh senpai yang menyukainya. Padahal senpai itu bohong mengatakan rumah temannya dekat rumah Sayaka, tujuan utamanya sih ke rumah Sayaka. Tapi Sayaka percaya begitu saja.
Dan ternyata malam itu Itsuki menunggu Sayaka di stasiun kereta karena Sayaka terlambat pulang dan melihat Sayaka bersama pria lain yang menurutnya si pria berniat jahat, membuat keduanya bertengkar. Pada akhirnya Sayaka mengatakan keresahan hatinya selama ini, kalau mereka tak lebih dari sekedar teman serumah, ia bahkan tak tahu nama keluarga Itsuki, tapi meski begitu ia menyukai Itsuki. Hal itu membuat Itsuki terdiam.
Pada akhirnya Sayaka meminta Itsuki melupakan apa yang ia katakan. Tapi Itsuki menolak, karena ini ia juga sudah cukup berusaha menahan hatinya untuk tidak jatuh cinta pada Itsuki.

Dan akhirnya Itsuki dan Sayaka resmi pacaran. Mereka melalui hari-hari seperti biasa dan terlihat lebih bebas dari biasanya. Sayaka juga terlihat mulai menikmati pekerjaannya. Tapi waktu semakin dekat. Itsuki berkata ia hanya akan tinggal selama 6 bulan dan 6 bulan sejak saat itu adalah 15 Agustus, hari ulang tahun Sayaka. Dan akhirnya hari itu datang. Sayaka pulang dengan was was dan menemukan rumahnya gelap tidak seperti biasanya. Ia hampir menangis saat melihat cake buatan Itsuki dan Itsuki muncul, merayakan ulang tahun bersama Sayaka. Ia menghadiahkan Sayaka buku tentang tanaman.
Keesokan harinya Sayaka berangkat bekerja seperti biasa dan ia sudah merasa tenang karena Itsuki tidak pergi seperti perkataannya. Tapi hari itu saat ia pulang ke rumah, Itsuki tidak ada. Hanya ada sebuah surat ucapan terima kasih dan foto-foto dirinya yang diambil Itsuki selama ini. Itsuki menghilang.

 
Sayaka panik dan ia mencari Itsuki kemana-mana, ia menanyakan di tempat kerja Itsuki dan ternyata Itsuki sudah berhenti 2 hari lalu. Ia makin shock saat tahu kalau gadis yang dulu berhenti juga. Ia mulai berfikir negatif kalau keduanya mungkin bersama. Sayaka kembali ke rumah dengan hasil nihil. Ia menangis.

Sayaka kembali ke kehidupannya sebelum kedatangan Itsuki. Bekerja, pulang ke rumah, makan bekal dari supermarket sendirian, tidur dan bekerja kembali. Ia kembali ke kehidupannya yang membosankan dan mulai menunjukkan wajah tanpa ekspresi kembali di kantor.
Suatu hari ia melihat wanita yang dulu bersama Itsuki dan mendengarkan percakapan telpon si wanita dan seseorang. sayaka berfikir kalau itu adalah Itsuki jadi ia menunggu hari janjian keduanya dan mengikutinya. Tapi ia berakhir di kantor polisi dan menangis mengakui kenapa ia mengikuti si wanita itu. Ia hanya ingin bertemu sekali lagi dengan pria yang ia tidak tahu apa-apa tentangnya sama sekali dan bertanya apakah hari-hari yang mereka lalui selama ini tidak ada artinya. Ini adegan sedih banged banged banged!

Ibu Sayaka akhirnya muncul saat menjadi penjamin anaknya dan disana kita tahu kalau ibunya menikah lagi dan sudah punya keluarga baru. Karena Sayaka tidakk ingin menjadi beban ibunya, itu sebabnya ia tak pernah mengangkat telpon ibunya, ia berusaha menunjukkan kalau ia baik-baik saja hidup sendirian. Meski ibunya kelihatannya tidak tenang melihat sayaka tinggal sendirian karena rumahnya amat sangat berantakan. Sebenarnya keduanya saling menyayangi.

 Setelah kejadian itu, suasana hati Sayaka menjadi lebih baik. Ia melakukan pekerjaannya dengan baik dan bergaul dengan rekan kerjanya dengan baik juga. Senpainya menyatakan perasaan padanya tapi ia menolaknya. Tentu saja ia belum melupakan Itsuki, ia terkadang mengingat Itsuki dan mulai membaca buku tanaman pemberian Itsuki kembali, dan ia memulai petualangannya sendirian. Itsuki saat itu meninggalkan resep masakan untuknya dan ia juga mulai mencoba memasak makanan yang dulu pernah mereka masak. Lama kelamaan, Itsuki menyembuhkan luka hatinya sendirian. Dan tidak terasa sudah 1 tahun sejak kepergian Itsuki. Sayaka sudah tampak baik-baik saja, sampai ia mendapat kiriman paket, sebuah buku ensiklopedia tanaman, karya Itsuki.

Itsuki akan menerbitkan buku dan mengadakan acara di sebuah hotel. Sayaka datang diam-diam kesana, ia melihat Itsuki setelah 1 tahun tak bertemu tapi ia tak bisa mendekatinya. Disana ia mendengarkan pidato Isuki, ternyata Itsuki adalah anak aktor ternama, dulu Sayaka pernah mengajak Itsuki menonton pertunjukan tapi Itsuki menolaknya, ternyata itu pertunjukan ayahnya. Ia menceritakan bagaimana ia adalah seorang pewaris tapi ia merasa kalau itu bukan jalannya, makanya ia kabur dari rumah dan ingin mencari jalannya sendirian. Ia menyukai tanaman dan karena itu ia memulai perjalananya dan sampai pada titik ini dimana ia akhirnya menerbitkan sebuah buku.

Sayaka meninggalkan tempat itu saat Itsuki masih melanjutkan pidatonya. Ia berjalan sendirian dan mulai mengerti sebuah ungkapan 'kalau kau ingin putus dengan seorang pria, maka ajari mereka tentang bunga, karena bunga akan selalu mekar di musim semi'.
Sayaka mengatakan pada dirinya sendiri, mungkin sepanjang hidupnya ia akan terus mengingat tentang Itsuki, setiap kali ia melihat bunga-bunga yang pernah Itsuki ajarkan padanya, atau makan masakan yang pernah Itsuki masakkan untukknya. Pada akhirnya, ia tidak akan pernah bisa benar-benar melupakan pria itu.

Lalu bagaimana akhirnya?
Awalnya aku kesal banged kenapa Itsuki  meninggalkan Sayaka begitu saja. Hanya kata 'terimakasih' dan tak ada penjelasan apapun. Siapa yang nggak panik coba. Tapi setelah aku fikir-fikir lagi, kalau nggak gitu ceritanya nggak akan seru HAHAHAHAHAHAHA. Justru kegalauan Sayaka jadi seru karena Itsuki pergi tanpa kabar LOL.

Itsuki menjelaskan mengenai kepergiannya dan kenapa ia meninggalkan Sayaka, semuanya adalah untuk menemukan jalannya sendiri. Saat ia bertemu Sayaka, ia merasa kalau hidupnya sempurna, separuh jiwanya yang hilang, ia bisa menemukannya di dalam diri Sayaka. Tapi ia harus tetap menemukan separuh jiwanya yang lainnya, karena itu ia meninggalkan Sayaka untuk menemukan jalannya sendiri. Melakukan apa yang menjadi alasannya kabur dari rumah dan kembali ke sisi gadis yang menyempurnakan hidupnya.
Itsuki dan Sayaka sebelum bertemu adalah orang yang berbeda setelah mereka bertemu. Sayaka yang tidak bisa mengekspresikan perasaannya, sejak bertemu Itsuki mulai berubah. Begitu juga Itsuki, itu adalah saat dimana ia kabur dari rumah, jika Sayaka tidak menampungnya, bisa saja ia menyerah. Keduanya menyempurnakan hidup masing-masing.

Aku sangat menyukai endingnya. Pada akhirnya Itsuki melamar Sayaka dan mereka berdua menikah. Sayaka masih menjalani kehidupannya sebagai pekerja kantoran dan Itsuki masih membawa kameranya berpetualang mencari tanaman baru. Saat liburan mereka menghabiskan waktu bersama seperti dahulu, berpetualang dan memasak bersama. Endingnya indah sih menurut aku, akan lebih indah kalau ada adegan pernikahan atau saat mereka akhirnya punya baby LMAO XD

Skor:

Opening: 4/5

Opening movie ini cukup menarik untuk kita melanjutkan menontonnya. Dibuka dengan Sayaka yang matanya sangat dingin menatap orang-orang yang bahagia, dilanjutkan dnegan dirinya yang dimarahi di kantor dan lanjut memperlihatkan bagaimana kehidupannya.
Itu membuat kita penasaran. Apalagi pertemuannya dan Itsuki itu unik banged. Awalnya aku beneran berfikir kalau itu mimpi lho HAHAHHAHA.

Story: 4,5/5

Kisah yang diangkat di movie ini mungkin terlihat sederhana, seorang gadis yang kesepian yang terlihat tidak menikmati hidup tapi tetap menjalaninya dan seorang pria yang tidak punya tempat tinggal yang akhirnya tinggal serumah dengan si gadis. Tapi cara penyampaiannya itu sangat menarik. Membuat kita penasaran apa yang akan terjadi selanjutnya. Kita melihat perlahan-lahan bagaimana Sayaka mulai berubah di tempat kerjanya dan melihat sisi lain dirinya yang sebenarnya mudah tersenyum. Ia gadis yang tidak mudah curiga pada orang lain juga.
Sementara itu Itsuki berkebalikan dengannya, aku rasa Itsuki orangnya memang terbuka sejak awal. Ia sudah tertarik dengan Sayaka sejak awal, kalau nggak ia akan menolak diminta tinggal serumah disaat pertama mereka bertemu.

Kisah sederhana mereka dirangkai dengan menarik. Bahkan saat perpisahan keduanya, kita jadi nggak sabar bagaimana mereka bertemu kembali dan bagaimana mereka akan bersatu kembali. Aku rasa aku menyukai penulis movie ini dan setelah aku melihat karyanya, ternyata dia penulis Beppin-San HAHAHHHA.

Cinematography: 4/5

Aku suka vibe drama ini mirip banged dengan Little Forest. Aku rasa itu menjadi salah satu alasan kenapa aku tidak bosan menonton movie ini. Aku suka saat kamera fokus pada tumbuhan yang dibicarakan Itsuki dan Sayaka, atau pada masakan yang dimasak Itsuki dan fokus pada cara memasakknya. Bagi kalian yang menonton Little Forest duluan aku yakin langsung teringat movie itu. Aku rasa makanya aku suka HAHAHAHAHA.

Selain itu cara pengambilan gambarnya juga keren. Saat fokus ke wajah para pemain dan ada banyak banged pemandangan yang diperliahkan di movie ini. Bikin adem banged. Padahal ya itu sih sederhana, misalnya pagar rumah Sayaka yang ada tanaman liar disana, jembatan, jalan menanjak, sungai dan lain-lain. Bahkan cara pengambilan gambar di rumah Sayaka dari luar juga indah banged.

Satu sih yang kelihatan CG-nya, taman bunga dimana Sayaka dan Itsuki membuat mahkota bunga. Itu keliatan banged kalau itu cuma CG HAHAHHAAHHA. Memang sih sebagian bunga-nya asli, tapi terlalu banyak bunga disana dan keliatan itu nggak asli AHHAHAHA.

Music: 5/5

Aduh aku suka banged movie yang banyak musiknya. Ini movie aku rasa selalu ada BGM di tiap adegannya dan enak banged ditonton. Saat mereka cuma diam dan memasak ada BGM-nya dan instrumen-instrumennya bagus-bagus T_____T
Pengen download tapi dimana aku belum nemu HAHAHAHA.

Itu juga menjadi alasan kenapa aku sangat menyukai movie ini. Musiknya asik banged. Adegannya jadi kerasa feelnya ^^

Character/Acting: 4/5

Aku nggak bisa menilai akting sih, tapi menurut aku akting mereka bagus. Aku suka banged kalau Sayaka udah nangis, aduh, nangisnya itu lho, kerasa banged apalagi yang pas di kantor polisi. Aku cuma terganggu pada beberapa hal. Aku nggak tahu sih ya apakah karakter Sayaka emang gitu atau bagaimana, untuk ukuran bertemu dengan oranga sing, aku rasa dia tertawa bersama terlalu bahagia dimalam petama ia dan Itsuki bersama. Dan lagi, ia sangat berbeda kalau dikantor dan dirumah. Mungkin itu memang karakternya sih ya HAHAHAHHAA. Suara ketawa Mitsuki lucu banged, aku suka dia di Toto Nee Chan dan menurutku cocok dengan karakternya, tapi di movie ini kok agak kurang cocok ya HAHAHAHHA.

Aku nggak tau kalau akting Takanori ternyata bikin baper HAHAHAHAHA. Diantara member J-Soul Brothers, dia memang yang paling sering dapat tawaran akting sih, mana dia paling cute pula. LOL. Itsuki memang bikin baper karena senyumannya itu hhuhuhuhuhuhuhu.
Jadi inget dulu aku baper sama sohib-nya, Hiroomi Tosaka HAHHAAHAHHA.

Ending: 4,5/5

Aku suka endingnya, meski Sayaka terlalu cepat bilang iya LOL. Entah aku lupa atau bagaimana, aku nggak ingat kalau Itsuki bilang maaf karena kepergiannya HAHAHAHHA. Mungkin nggak penting sih ya, makanya langsung lamar aja wkkwkwwkkwkw XD

Tapi aku suka akhirnya mereka menikah dan kembali ke kehidupan awal mereka bersama. Itsuki yang menyukai tanaman dan mencintai Sayaka, begitulah mereka berdua berakhir.


RECOMMENDED!

Ini movie sangat direkomendasikan. Kalian tahu kan movie-movie yang gimana yang aku suka HAHAHAHHA. Chemistry Mitsuki dan Takanori OKE banged. Aku yakin bakalan baper sama mereka berdua XD
Pengen deh mereka berdua main drama gitu, kelanjutannya maybe HAHAAHA.
Dan paringatan aja sih, siap-siap laper. LOL.
Itu bekal buatan Itsuki benar-benar mengundang selera, padahal bahan-bahannya sederhana lho. Seperti kata Itsuki, asalkan ada beras aja, masalah aluk itu gampang. Dia bisa menemukan gratis dimana-mana HAHAHAHA.
Aku sebenarnya pengen liat Itsuki makan masakan Sayaka, pengen endingnya gitu sih, soalnya yang masak Itsuki terus HAHAHAHAHA.

Well, overall ini drama bagus ^^


Share:

0 komentar:

Post a Comment

Translate

Dapatkan Update Via Email

Powered by Blogger.

Actress & Actor Tags

Airi Matsui Anna Ishii aoi miyazaki aom sushar Bae Min Jung baro Chen Duling choi si won Dori Sakurada Eikura Nana Eita Eun Ji Won Fukushi Sota Fuma Kikuchi Go Kyung Pyo Gong Yoo Haruma Miura Hashimoto Ai Hikari Mitsushima Hiroki Narimiya Hirose Suzu Hong Jong Hyun Honoka Miki horii arata Hoya hwang jung eum Hyeri Ikuta Toma Inoue Mao Ishihara Satomi James Reid Jang Se Hyun Jeon Ji Hyun jo seung woo Joo Won Jun Shison Jung Eun Ji jung gyu won Jung Ryu Won Kamiki Ryunosuke Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kento Hayashi Kim Go Eun Kim Jong Kook Kim Seul Gi Kim So Hyun Kim Soo Hyun kim tae woo Kim Woo Bin kim yoo bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kim Yura lee bo young Lee Chung Ah Lee Dong Wook lee gi kwang Lee Jong Suk Lee Soo Hyuk Mackenyu Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Suda Mei Nagano Mikako Tabe mike d angelo Min Do Hee Minami Hamabe Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Miyu Yoshimoto Nadine Lustre nagasawa masami Nijiro Murakami noemie nakai Osamu Mukai Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Shin Hye Reina Visa rena nounen risako ito Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryoo Hye Young Ryoo Joon Yeol Sakaguchi Kentaro Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seo In Guk Shim Eun Kyung Shin So Yul Shuhei Nomura Suzuki Ryohei Suzy Takeru Sato Tao Sattaphong Tomoshita Yamashita Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Ueno Juri yamada yuki Yamazaki Kento Yoo In Na Yook Sung Jae Yoshine Kyoko Yu Aoi Yudai Chiba Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuko Oshima Yuriko Yoshitaka Zhou Dongyu

Blog Archive

Recent Comments

Random Post