Sunday, 12 March 2017

[Trivia + Review] Reference Movies That I Watch Recently - Part 5


Kembali ke referensi movie dari Clover Blossoms ^^
Kali ini admin memberikan 6 judul movie. Movie-movie ini yang pasti sudah aku tonton. Dan ada yang aku tonton baru-baru ini dan beberapa sudah cukup lama aku tonton, cuma belum pernah di bahas hehehehhe. Jadi sekalian aja :)

Semoga bisa jadi referensi untuk bisa di tonton ^^




Mimi wo Sumaseba a.k.a Whisper of The Heart (1995)
-Anime Movie-

Alasan kenapa aku menontonnya:

  • Satu-satunya alasan saya menonton movie ini adalah karena ini movie dari Studio Ghibli.
  • Anime movie Studio Ghibli adalah movie yang wajib ditonton bagi penggemar movie. Dijamin nggak akan nyesal ^^

Director:  Kondou Yoshifumi.

Whisper of The Heart adalah sebuah movie yang mengisahkan tentang seorang gadis 14 tahun yang free-spirit bernama Shizuku Tsukishima. Ia sangat suka membaca, mungkin pengaruh dari ayahnya yang bekerja di perpustakaan di kota itu. Ia sering menghabiskan waktunya di perpustakaan dan suatu hari ia mulai tertarik dengan seseorang yang selalu saja ada di list peminjam buku yang ia baca. Shizuku mulai menyadari juga kalau nama 'Seiji Amasawa' selalu ada di buku yang ia pinjam, dan bahkan kalau bisa dibilang, mungkin semua buku diperpustakaan itu sudah pernah di baca oleh si Seiji ini. Shizuku jadi penasaran dengannya.

Suatu hari dalam perjalanan ke perpustakaan mengantar makanan untuk ayahnya, ia melihat seekor kucing yang naik kereta. Shizuku penasaran dengan kucing gemuk itu dan bicara padanya. Kucing itu bahkan tahu dimana ia akan turun dan Shizuku merasa kucing itu unik, jadi ia mengikutinya. Kucing itu mengambil jalan-jalan sulit dan Shizuku tidak menyerah sehingga ia sampai di suatu tempat, sebuah perumahan yang Shizuku bahkan tak tahu kalau tempat itu ada sebelumnya. Ia tiba di sebuah toko barang antik dan tertarik dengan sebuah patung kucing disana.


Disanalah Shizuku bertemu dengan si Seiji Amasawa yang ternyata cucu pemilik toko barang antik itu. Lalu kisah mereka berdua kemudian berubah ke pencarian impian masing-masing, dimana Seiji ternyata pandai membuat biola dan bahkan memainkannya, impiannya adalah menjadi pembuat biola (kalau nggak salah ya). Sementara itu pertemuannya dengan Seiji membuat Shizuku memikirkan mengenai impiannya juga, selama ini ia sebenarnya tidak tahu apa yang ingin ia lakukan. Ia menantang dirinya sendiri menemukan apa yang ia suka.

Seiji dan Shizuku sempat berpisah demi impian masing-masing dimana Seiji pergi ke luar negeri dan Shizuku masih mencoba menemukan apa impiannya. Berkat saran kakek Seiji, Shizuku menantang dirinya untuk menjadi penulis dan ia menyelesaikan tulisannya sebelum Seiji kembali ke Jepang.

Seperti yang aku bilang, kalau mau nonton anime movie, aku fikir kita nggak perlu berfikir 2 kali kalau movie itu buatan Studio Ghibli. Meski rilis 15 tahun lalu atau bahkan 25 tahun lalu, movie-movie studio ghibli tetap mempunyai keunikannya tersendiri yang kalian nggak akan menemukannya di movie lainnya. Sederhana tapi kalian nggak akan bosan menontonnya.
Tapi dibanding movie ghibli lainnya, aku rasa Whisper of The Heart nggak begitu mencuri hatiku. Mungkin karena directornya bukan Hayao Miyazaki kali ya ^^

Skor: 3,5/5


Piano No Mori a.k.a The Perfect World of Kai (2007)
-Anime Movie-

Alasan kenapa aku menontonnya:
  • Karena tema-nya piano, pasti banyak musik klasiknya.
  • File movie ini sudah lama ada di laptop aku, jadi sebaiknya ditonton HAHHAAHHAHA.
  • Katanya sih movie-nya bagus, jadi apa salahnya dicoba hehehhehe

Director: Kojima Masayuki.

Seperti judulnya, Piano hutan, aku rasa kalian sudah bisa menebak ini movie tentang apa heheheheh.
Movie ini diangkat dari manga dengan judul sama, menceritakan tentang Amamiya Shuuhei, seorang pianis muda yang pindah ke desa karena kesehatan neneknya yang memburuk. Sejak kecil ia sudah mengikuti berbagai les piano yang ketat demi masa depannya, untuk menjadi seorang pianis.

Ia menjadi siswa baru di sebuah sekolah dasar dan menarik perhatian anak-anak disana. Sekelompok geng anak nakal menceritakan padanya mengenai sebuah piano yang ada dihutan. Piano yang dikutuk karena tidak akan mengeluarkan suara. Shuuhei kemudian ingat saat ia dalam perjalanan melewati hutan, ia mendengarkan suara piano itu, jadi ia yakin pianonya bisa berbunyi.
Dikelas yang sama, ada anak bernama Ichinose Kai, ia adalah anak yang terlihat bersemangat dan tidak disukai teman-teman sekelasnya, ia juga sering bertengkar dengan kelompok geng sekolah itu. Ia dengan cepat berteman dengan Shuuhei dan Shuuhei mengetahui kalau Kai ternyata adalah anak yang cukup miskin di desa itu, ibunya bekerja di bar.

Suatu hari Kai mengajak Shuuhei ke hutan dan memperlihatkan piano di hutan itu. Shuuhei yang merasa kalau ia sudah cukup berbakat dengan latihannya selama ini mencoba memainkannya. Tapi piano itu tidak mengeluarkan suara seperti yang ia bayangkan. IA terkejut. Sementara itu saat Kai memainkannya, piano itu mengeluarkan suara yang indah, meski Kai hanya menekan tuts sembarangan. Hal itu tentu saja membuat Shuuhei shock.

Salah satu guru di SD itu mengetahui mengenai piano di hutan dan Kai bisa memainkannya. Ternyata guru itu adalah mantan pemain piano ternama dunia yang sudah berhenti bermain. Piano hutan itu adalah miliknya yang ia buang dan dirancang khusus dulunya, karena hanya ia yang bisa memainkannya. Tapi saat ia kehutan untuk memainkannya, tidak bisa. Ia kemudian tahu hanya Kai yang bisa memainkannya dan itu membuatnya berfikir untuk menjadikan Kai seorang pianis. Tapi Kai menyukai piano bukan karena ia ingin menjadi pianis, baginya, piano di hutan adalah hiburan untuk kesepiannya.

Shuuhei merasa tertantang dengan hal itu, kenapa Kai bisa memainkannya, kenapa ia tidak. Ia mulai berlatih lagi dan lagi, lebih dari biasanya. Pada akhirnya dua teman ini menjadi saingan dalam sebuah kompetisi piano.

Ini movie sangat menarik dan akan semakin menarik kalau ada kelanjutannya. Sayangnya movie ini hanya mengisahkan masa kecil Kai dan Shuuhei, kalau di manganya, kisahnya sampai mereka dewasa lho. Aku suka bagian dimana Shuuhei merasa tersaingi oleh Kai tapi masih menganggap Kai temannya atau saat Kai tidak serius latihan karena ia memang nggak niat kompetisi dan itu membuat Shuuhei merasa kesal karena pianis bukan lah hal yang main-main baginya. Awalnya Shuuhei merasa bosan dengan latihan dan latihannya, tapi sejak ia tahu Kai berbakat, ia jadi bersemangat kembali. Bagi Shuuhei sih, Kai adalah sahabat sekaligus saingannya, dan Kai lah yang membuat permainannya menjadi semakin bagus.

Aku baru tahu kalau seiyuu anime movie ini adalah  Ueto Aya dan Kamiki Ryunosuke HAHAHHA. Kayaknya perlu nonton ulang lagi nih, dengerin suara mereka ^^

Skor: 4/5 (Recommended!)


A Letter to Momo a.k.a Momo e no Tegami (2011)
-Anime Movie-

Alasan kenapa aku menontonnya:
  • Ada yag rekomendasi movienya bagus.
  • Lagi pengen nonton anime movie.
  • Aku kayaknya nemu movie ini juga nggak sengaja, pas browsing anime movie rekomendasi dan tertarik karena judulnya.

Director: Okiura Hiroyuki

Momo adalah gadis kecil yang hidup di kota. Setelah kematian ayahnya, ia dan ibunya pindah ke sebuah pulau, tempat dimana ibunya di besarkan dulu. Momo tidak terlihat bersemangat, ia termasuk anak pendiam dan tidak pernah terlihat tersenyum. Ia bahkan tidak tertarik untuk bergaul dengan anak-anak desa. Sejak kematian ayahnya, ia memang seperti itu, karena ia menemukan sebuah surat di meja ayahnya, surat untuknya, yang hanya berisi 'Dear Momo...'. Surat yang tidak selesai itu membuat perasaannya gundah, apa yang ingin ayahnya sampaikan?
Karena sebenarnya sebelum ayahnya meninggal, mereka sempat bertengkar hebat.

Momo tinggal sendirian di rumah kalau ibunya berangkat bekerja di kota. Suatu hari ia mendengar ada suara aneh dari loteng rumah itu. Sebenarnya ia sudah naik ke atas sebelumnya, dan merasakan perasaan aneh disana. Hal-hal aneh mulai terjadi disekitarnya yang membuat ia merinding dan berfikir kalau rumah itu ada hantunya. Ditengah ketakutannya, 3 makhluk aneh muncul di hadapannya yang membuatnya berteriak ketakutan. 3 makhluk aneh yang kelaparan itu hanya bisa dilihat olehnya.

Awalnya Momo tentu saja takut, tapi ia berhasil membuat ketiga makhluk itu tunduk padanya karena ia memegang sesuatu yang penting bagi mereka. Lama kelamaan ia jadi terbiasa dan bahkan sangat kesal pada ketiganya. Karena ketiganya sering kelaparan dan menghabiskan makanan di kulkas mereka. Bahkan setelah Momo mengusir mereka, 3 makhluk itu mulai mencuri ke kebun tetangga dan menimbulkan kekacauan.

3 makhluk itu mengatakan mereka di utus dari langit untuk melakukan sesuatu. Dan salah satu dari mereka adalah makhluk yang kehilangan ingatannya, ia bahkan tak tahu siapa namanya dan untuk apa ia turun ke bumi. Lalu dimulailah petualangan Momo dan 3 mahkluk itu, dimana karena ulah ketiga makhluk itu ia mulai bisa menyesuaikan diri dengan desa dan mulai bicara dengan anak-anak desa.

Ini movie lucu banged, karena ulah ketiga makhluk itu yang nyebelin HAHAHAH.
Tapi menuju akhir ini movie sedih banged. Aku bahkan nangis tiap kali re-watch. Saat diceritakan apa yang sebenarnya terjadi sebelum kematian ayah Momo, dan alasan kenapa mereka pindah, juga apa yang ayah Momo ingin katakan padanya. Ini movie keren deh pokoknya.

Skor: 4,5/5 (Recommended!)


Youth Never Return (2015)
-Chinese Movie-

Alasan kenapa aku menontonnya:
  • Karena dalam masa ingin menonton coming-of-age chinese movie HAAHHAHA.
  • Tertarik karena judulnya, masa muda yang tidak akan pernah kembali.
  • Pertama sih liat ada link-nya di filmku.net. Awalnya ragu juga, tapi download aja wkwkwkkw.
  • Movienya lumayan asik, tapi biasa, ada sedikit tragedi didalamnya HAHHAHAH

Cast: Hans Zhang, Joe Chen, Wang Xiaokun, Shi Yanfei, ect.

Sebenarnya aku menonton movie ini udah agak lama, jadi aku lupa-lupa ingat nih, maaf kalau salah ya HAHAHAH. Karena sebenarnya ini movie juga agak membingungkan buat aku lol.

Jadi movie ini dimulai dengan semester pertama di sebuah universitas, dimana tokoh utama kita Wang Hui adalah seorang mahasiswa dari desa. Pada masa itu, dada besar adalah impian para wanita, jadi Wang Hui dadanya kecil, ia memakai banyak busa di bra-nya. Dan di awal kuliah, tak sengaja seorang pria bernama Zhou Hui menyentuh dadanya HAHHAHAHA. Xhou Hui jadi suka dia karena dadanya gede LOL.

Zhou Hui sendiri sebenarnya buta warna, tapi ia berusaha masuk ke jurusan arsitektur, ia dibantu oleh temannya untuk berbohong saat tes buta warna. Ada adegan dimana ia tak sengaja merusak dan menjatuhkan kerangka lab dan mengenai kepala dosennya, disaat yang sama dengan anak laki-laki yang ketangkap basah mengintip di ruang ganti wanita, dimana mereka lari ke arah yang sama dan ujung-ujungnya dosen salah sangka kalau yang mengintip adalah Zhou Hui. Zhou Hui menerima hukuman menggantikan di pengintip itu. Ia kemudian menjadi cukup populer di kampusnya dan Wang Hui jatuh cinta padanya setelah mendengar ia menyanyi di saat orientasi mahasiswa, dimana saat itu ia menangis karena kangen rumah.

Movie ini juga menceritakan kehidupan asrama para mahasiswa dan mahasiswi di asrama. Wang Hui dan teman-temannya yang punya latar belakang yang bebeda dan asrama pria, Zhou Hui dan teman-temannya yang lebih suka membicarakan wanita dan mengintip ke asrama wanita dengan teropong.

Movie ini sebenarnya agak berantakan sih alurnya kalau menurut aku, jadi susah dimengerti. Beberapa adegan juga sebenarnya nggak penting dan membingungkan. Suer, ini pertama kalinya aku nonton movie cina yang bikin aku bingung HAHAHAHA. Awalnya aku kira apa gitu hubungannya dengan buta warna si Zhou Hui, ternyata sampai akhir kok kayaknya nggak penting gitu, satu-satunya yang kelihatan cuma pas dia nembak Wang Hui, dia dan temannya mengecat pepohonan jadi merah gitu, tapi hari hujan dan catnya hilang, jadi pas mereka kesana pohonnya udah hijau lagi dan tentu saja Zhou Hui nggak liat.

Tapi menuju bagian akhir, setelah beberapa tahun kemudian, plotnya udah mulai seru lagi. Saat keduanya bertemu setelah sekian lama dan Wang Hui menikah kemudian bercerai karena ia kena kanker payudara dan kehilangan payudaranya. Teman-teman SMA-nya menyemangati hidupnya kembali.

Skor: 2/5

Linda Linda Linda (2004)
-Japanese Movie-

Alasan kenapa aku menontonnya:
  • Duluuuu banged aku punya majalah yang membahas film asia gitu dan ada movie ini, kalau nggak salah sempat tayang di bioskop indonesia juga.
  • Judulnya unik, Linda Linda Linda. Aku bahkan nggak ngerti maksudnya apa LOL.
  • Ini movie tentang musik, kebetulan lagi pengen movie-movie tentang musik.
  • Ada Bae Doo Na, artis Korea, makanya jadi tertarik juga LOL.

Cast: Bae Doo Na, Yu Kashii, Aki Maeda, Shiori Sekine, Takayo Mimura, Kenichi Matsuyama, ect.

Song adalah seorang siswa pertukaran pelajar di Jepang. Ia tidak punya teman dan lebih suka menghabiskan waktu membaca manga dengan teman kecilnya di tempat rahasia mereka.

Sementara itu, 3 hari sebelum festival sekolah, terjadi masalah dalam sebuah band sekolah itu. Aku sebenarnya kurang ngerti masalahnya apa, kayaknya vocalist-nya tangannya luka gitu, jadi ga bisa nyanyi (nah, tangan dan suara apa hubungannya ya HAHHAHHA). Atau karena anak itu luka, jadi Rinko menolak main? LOL. Yang jelas, ada 3 anggota band yang tersisa, Kei, Kyoko dan Nozomi.

Mereka rencananya akan tampil di festival sekolah dan tidak punya vocalist. Mereka bingung ingin merekrut siapa. Saat mereka membicarakan hal itu, Kei bahkan mengatakan siapapun lewat dihadapan mereka akan mereka rekrut, tapi pada akhirnya mereka ragu-ragu juga. Saat itulah Rinko datang dan entah kenapa aku merasa kok dia pengen band mereka jangan tampil gitu. Dan saat itu pula, Song terlihat dengan barang bawaannya dan membuat Kei punya ide untuk merekrutnya. Song tidak terlalu bisa bahasa jepang, jadi dia hanya menjawab iya dan iya tanpa tahu artinya. Kei sengaja ingin menunjukkan pada Rinko, bahwa mereka akan tetap tampil.

Dan begitulah Song menjadi vocalist band mereka dan bersiap untuk latihan, 3 hari sebelum tampil. Pertama latihan, benar-benar kacau tapi mereka senang. Masalahnya sih nggak sampai disitu. Karena ini festival, tentu saja banyak band lain juga yang akan tampil, jadi ruang latihan di bagi per-jam-nya. Dan waktu latihan mereka hanya sebentar sementara mereka masih belum bisa, apalagi Song yang pengucapannya masih kacau. Kei mungkin terlihat sangat dingin, ia tak pernah tersenyum tapi ia serius untuk tampil dengan 3 hari latihan ini. Ia bahkan menelpon mantan pacarnya untuk meminjamkan studio latihan, yang jaraknya cukup jauh dari sekolah. Song sendiri juga bersemangat dan latihan sendirian di karaoke.

Latihan mereka masih kurang, mereka bahkan menggunakan ruang latihan diam-diam saat malam, jadi mereka begadang semalaman dan ketiduran selama dikelas. Mereka serius mengenai hal ini. Tapi masalhanya nggak cuma masalah latihan band. Kita juga diperlihatkan keseharian mereka seperti masalah cinta, Kyoko yang naksir teman sekelasnya dan Song yang ditembak oleh teman yang ia sama sekali nggak mengenalnya HAHAHAHAHA.

Ini movie memang seru banged. Awlanya aku kira bakalan boring, ternyata penulisnya menceritakan 3 hari sebelum tampil itu dengan sangat baik. Anggota band kelihatan awkward banged tapi mereka benar-benar serius akan tampil. Bahkan saat mereka terlambat ke sekolah karena hujan, mereka dibantu oleh teman-teman untuk mengulur waktu. Linda Linda Linda sendiri adalah judul lagu yang mereka nyanyikan di festival. Aku jadi suka lagunya XD

Skor: 4,5/5 (Recommended!)


The Great Passage a.k.a Fune wo Amu (2013)
-Japanese Movie-

Alasan kenapa aku menontonnya:
  • Aku awalnya tahu adalah anime Fune wo Amu, jadi saat aku cek ternyata sudah ada movienya tahun 2013 lalu HAHAHHAHA. Aku sendiri belum nonton animenya ^^
  • Ada Aoi Miyazaki. Entah kenapa kalau ada Aoi, aku selalu tertarik menonton filmnya hehehhe.
  • Ini movie banyak menang penghargaan dan tampil di berbagai festival film, tentu saja karena movie-nya bagus. Ada banyak di rekomendasikan juga.

Cast. Ryuhei Matsuda, Aoi MIyazaki, Joe Odagiri, Haru Kuroki, ect.

Movie ini menceritakan tentang pembuatan kamus. Kita diajak untuk melihat bagaimana sih membuat kamus itu, dan ternyata nggak segampang yang kita bayangkan. Dan butuh waktu yang sangat lama, tidak setahun dua tahun, tapi sangat lama. Bahkan belum tentu kamusnya rilis dengan editor yang sama. Kira-kira begitulah.

Movie ini dimulai dari divisi pembuatan kamus, dimana salah satu pembuat kamus, Araki sensei ingin pensiun dari pekerjaannya untuk mengurus istrinya yang sakit. Tapi tentu saja divisi kamus akan kesulitan kalau salah satu anggota hilang, karena dikantor sendiri, mereka hanya berempat, direktur Murakoshi, Araki sensei, Masaki Nishioka dan Kaori Sasaki yang saat itu pekerja tidak tetap.
Divisi kamus sebenarnya termasuk yang ditinggalkan dan tidak populer, banyak yang nggak peduli. Araki sensei berjanji akan mencari penggantinya untuk dipindahkan ke bagian perkamusan. Dan disanalah mereka bertemu dengan Mitsuya Majime, Araki sensei tertarik dengan jawaban Majime saat ia bertanya bagaimana cara Majime menerjemahkan kata 'kanan'. Majime kemudian dipindahkan ke bagian perkamusan.

Majime dulunya bekerja sebagai sales tapi ia tidak baik dalam hal bersosialisasi. Ia memang tidak punya ekspresi dan terlihat kaku. Majime sendiri tinggal di rumah tua, menyewa kamar disana. Rumah itu penuh dengan buku-bukunya, ia memang sangat suka membaca. Bahkan kamarnya sendiri nggak ada tempat tidurnya, buku disana sini. Setelah masuk ke bagian perkamusan, Majime  mulai mempelajari cara membuat kamus dan bagian perkamusan mereka akan membuat sebuah kamus baru yang bernama The Great Passage. Demi membuat kamus baru itu, mereka menghadapi berbagai halangan, termasuk perusahaan yang memindahkan Nishioka ke bagian lain kalau memang mau The Great Passage disetujui.

Tapi demi membuat satu kamus, ternyata tidaklah mudah. Bahkan butuh waktu 15 tahun bagi Majime dkk untuk menyelesaikan The Great Passage, yang artinya direktur baru juga diganti, adanya penambahan anggota tim dan lain sebagainya. Membuat kamus juga mereka harus menggunakan pengetahuan sendiri untuk mendeskripsikan kata. Mencari kosa kata baru dikalangan anak muda, dimana mereka hangout di cafe atau bahkan ikut kencan buta demi mencari kata.

Movie ini juga menceritakan hubungan Majime dan nenek pemilik rumah, juga persahabatan Majime dan Nishioka, Nishioka dan pacarnya dan tentu saja Majime yang menemukan belahan jiwanya, anak si nenek, Kaguya, seorang gadis yang punya impian menjadi koki sushi.

Ini movie menghangatkan hati dan aku mengerti kenapa penghargaannya banyak. Sebuah movie yang keren dan layak ditonton. Memperlihatkan kita bagaimana proses pembuatan kamus dari awal sampai akhir, bagaimana berharganya kamus meski sekarang ini dunia penuh teknologi.

Skor: 4,5/5 (Recommended)


My Little Sweet Pea a.k.a Mugiko-san to (2013)
-Japanese Movie-

Alasan kenapa aku menontonnya:
  • Aku sudah lama mendownload movie ini dan baru menontonnya beberapa hari yang lalu.
  • Dulu aku mendownloadnya karena tertarik, yang main adalah Maki Horikita (sekarang dia pensiun ya T___T)
  • Aku menonton lagi karena setelah melihat list cast-nya ada Ryuhei Matsuda, aku suka dia di The Great Passage, taunya dia main disini, jadi sekalian tonton aja HAHAAHHAHA.

Cast.  Maki Horikita, Ryuhei Matsuda, Kimiko Yo, Amane Okayama, Yuki Asou, ect.

Movie ini diawali dengan Mugiko yang membawa peti abu ke sebuah desa dan entah kenapa banyak orang yang mengenailnya dan memanggilnya Ayako-chan. Bahkan supir taksi yang ia tumpangi hampir kecelakaan 2 kali karena shock melihat Ayako-chan. Mugiko tentu saja bingung. Tapi akhirnya ia mengerti alasannya. Ia menunjukkan peti abu ibunya dan mungkin supir taksi itu mengira ia adalah ibunya.
Desa yang Mugiko datangi adalah desa tempat ibunya dibesarkan, ia akan memakamkan abu ibunya disana.

Ia mengingat kembali saat ibunya kembali ke rumah, dimana ia sama sekali tidak mengenali ibunya yang meninggalkannya sejak kecil. Mugiko sendiri tinggal bersama kakak laki-lakinya, Norio, setelah kematian ayahnya. Ibunya kembali memaksa untuk tinggal serumah dengan mereka dan tentu saja ditolak oleh keduanya, karena ibu yang meninggalkan mereka kembali tiba-tiba seperti itu. Tapi setelah Mugiko tahu kalau selama ini ibunya mengirimi biaya hidup, akhirnya ia membiarkan ibunya tinggal dirumah mereka. Ia kesal karena kakaknya tidak pernah mengatakan uang itu padanya.
Kakaknya sendiri, karena merasa rumah itu terlalu kecil, ia pindah ke rumah pacarnya.

Dimulailah kehidupan Mugiko bersama ibunya, yang ia sama sekali tidak ingat. Mugiko bersikap dingin pada ibunya yang berusaha sebaik mungkin padanya. Bagaimanapun Mugiko tidak bisa membuka hatinya pada ibunya. Ia tak bisa berhenti menganggapnya orang asing. Ia juga marah-marah karena alarm ibunya berbunyi sangat kencang setiap pagi dan menganggu, tidak mau makan masakan ibunya dan bahkan mengatakan hal kasar padanya. Tapi makin lama hatinya akhirnya melunak, tapi ia masih tidak membuka hatinya, sampai ibunya meninggal dunia.

Ternyata ibunya menderita penyakit kanker hati. Mugiko merasa karena ibunya tahu hidupnya tak akan lama lagi, makanya ibunya ingin tinggal bersama mereka. Mugiko sama sekali tidak menangis saat kematian ibunya, padahal sebelum meninggal, Mugiko dan ibunya sempat bertengkar hebat. Dilain pihak, kakaknya menangis meski selama ini kakaknya tidak banyak bersama ibunya, tapi kakaknya masih mengingat bagaimana ibu mereka saat mereka masih kecil.

Dan karena itulah Mugiko ke desa untuk memakamkan abu ibunya. Ternyata ibunya duu adalah idol di desa itu, jadi banyak bapak-bapak yang datang ke tempat Mugiko menginap, hanya untuk melihat wajah Ayako yang kembali ke desa. Mugiko juga shock karena wajah ibunya saat masih muda ternyata sangat mirip dengannya.

Tapi ada banyak halangan untuk memakamkan abu ibunya, karena suratnya hilang. Ia harus menunggu lebih lama di desa itu dan tinggal di rumah pengurus pemakaman. Selama beberapa hari disana, ia mendapat banyak cerita tentang ibunya saat masih muda, bagaimana ibunya snagat suka menyanyi dan selalu berlatih di rumah, ibunya yang populer didesa dan bagaimana keluarganya menentang impian ibunya dan ibunya memutuskan ke Tokyo sendirian.

Pada akhirnya, Mugiko meneteskan air mata untuk ibunya setelah sekian lama. Ia menyadari betapa kejamnya ia pada ibunya. Meski ibunya bersalah padanya dan ia seharusnya membuka hatinya disaat terakhir. Aku rasa dia akan melanjutkan impiannya untuk menjadi seiyuu. Mugiko sangat menyukai anime ^^

Ini movie cukup menyentuh dan mampu membuat air mata menetes. Tapi aku nggak terlalu sedih juga sih, cuma nangis ya nangis lah ya AHAHAHAHHA.
Tapi sayang sekali endingnya cuma gitu. Padahal aku pengen liat scene Norio lebih banyak lagi, sayang sekali sampai akhir ia tidak datang ke desa T_T

Skor: 4/5 (Recommended)

☺☺☺

Share:

0 komentar:

Post a Comment

Translate

Dapatkan Update Via Email

Powered by Blogger.

Actress & Actor Tags

Airi Matsui Anna Ishii aoi miyazaki aom sushar Bae Min Jung baro Chen Duling choi si won Dori Sakurada Eikura Nana Eita Eun Ji Won Fukushi Sota Fuma Kikuchi Go Kyung Pyo Gong Yoo Haruma Miura Hashimoto Ai Hikari Mitsushima Hiroki Narimiya Hirose Suzu Hong Jong Hyun Honoka Miki horii arata Hoya hwang jung eum Hyeri Ikuta Toma Inoue Mao Ishihara Satomi James Reid Jang Se Hyun Jeon Ji Hyun jo seung woo Joo Won Jun Shison Jung Eun Ji jung gyu won Jung Ryu Won Kamiki Ryunosuke Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kento Hayashi Kim Go Eun Kim Jong Kook Kim Seul Gi Kim So Hyun Kim Soo Hyun kim tae woo Kim Woo Bin kim yoo bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kim Yura lee bo young Lee Chung Ah Lee Dong Wook lee gi kwang Lee Jong Suk Lee Soo Hyuk Mackenyu Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Suda Mei Nagano Mikako Tabe mike d angelo Min Do Hee Minami Hamabe Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Miyu Yoshimoto Nadine Lustre nagasawa masami Nijiro Murakami noemie nakai Osamu Mukai Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Shin Hye Reina Visa rena nounen risako ito Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryoo Hye Young Ryoo Joon Yeol Sakaguchi Kentaro Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seo In Guk Shim Eun Kyung Shin So Yul Shuhei Nomura Suzuki Ryohei Suzy Takeru Sato Tao Sattaphong Tomoshita Yamashita Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Ueno Juri yamada yuki Yamazaki Kento Yoo In Na Yook Sung Jae Yoshine Kyoko Yu Aoi Yudai Chiba Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuko Oshima Yuriko Yoshitaka Zhou Dongyu

Blog Archive

Recent Comments

Random Post